Indeks

Bupati Eka Putra : Perantau Pilar Pembangunan

Tanah Datar (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Bupati Tanah Datar Eka Putra hadiri sekaligus membuka Musyawarah Besar (Mubes) X perantau se Indonesia Nagari Simawang kecamatan Rambatan di SDN 02 Balai Gadang Nagari Simawang Kamis (05/05).

Pada kesempatan itu juga hadir anggota DPRD Tanah Datar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Camat Rambatan beserta Forkompimca, Ketua DPP Simawang Saiyo Prof. DR. Hj. Nurhayati Hakim, Ketua DPC Simawang Saiyo se Indonesia, Wali Nagari Simawang beserta ketua KAN, BPRN, angku-angku, niniak mamak, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kami berharap, hasil mubes dan program kerja pembangunan nagari dan permasalahan yang dibahas nanti dapat disampaikan kepada pemerintah daerah, sehingga nanti bisa disinkronkan dengan perencanaan pembangunan daerah,” sampai Bupati.

Sumbangsih perantau baik pemikiran, perhatian, saran dan bantuan materi sangatlah berarti bagi masyarakat Tanah Datar, tidak sedikit masjid, mushalla, bantuan pembangunan sekolah, pemberian bea siswa, aksi sosial yang dilakukan oleh perantau baik secara perorangan maupun kelompok,” kata Bupati.

Bupati Eka Putra juga berharap 10 program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar seperti bajak gratis, program satu rumah satu hafizh dan yang lainnya bisa mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga manfaatnya juga bisa dinikmati tanpa terkecuali masyarakat Nagari Simawang.

Khusus program satu rumah satu hafizh, mimpi Saya pada saat negara Indonesia menyambut 100 tahun kemerdekaannya pada tahun 2045 nanti, masyarakat di Tanah Datar sebagian besar adalah seorang hafizh,” pungkas Eka Putra.

Ketua DPP Simawang Saiyo Prof. DR Nurhayati Hakim mengatakan bahwa perantau Simawang Saiyo pertama kali melaksanakan mubes pada tahun 1982 dan selanjutnya selalu konsisten setiap 4 tahun sekali dan sekarang adalah Mubes yang ke X.

Menurutnya, mubes perantau Simawang Saiyo ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan juga untuk membantu pemerintahan nagari didalam melakukan pembangunan. Selain itu, juga untuk membahas berbagai permasalahan yang ada di nagari.

Dikatakan Nurhayati Hakim, pada mubes kali ini ada beberapa permasalahan yang akan dibahas, diantaranya ada rencana membangun pesantren yang lebih megah dan unggul. Selain itu juga ada permasalahan tapal batas dengan kabupaten Solok, pasar Ombilin yang saat ini selalu menyumbangkan kemacetan, serta ruas jalan menuju jorong Badui.

Wali Nagari Simawang Firman Malin Panduko, dia berharap semua permasalahan yang ada di nagari Simawang dapat diselesaikan dengan cepat, termasuk masalah jalan dan juga tapal batas.

Firman juga mengharapkan beberapa ruas jalan yang ada di nagari Simawang diturunkan statusnya menjadi jalan nagari. Hal ini dimaksudkan agar dibangun dengan menggunakan dana nagari, karena selama ini statusnya merupakan jalan kabupaten. (MSR)