Indeks

Muhammad Ibnu Sabri, Hafidz 30 Juz Ingin Jadi Imam Besar Masjidil Haram

Padang Panjang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – MUHAMMAD Ibnu Sabri (18), pemuda asli Kota Padang Panjang berkesempatan memimpin pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Islamic Center, Jumat (28/10).

Di umur yang masih terbilang belia, buah hati pasangan ASN Kota Padang Panjang Marjulas Sabri dan Endah Wahyuni ini, sudah mampu menamatkan 30 Juz hafalan ayat suci Al Qur’an.

Ia berhasil menamatkan 30 Juz hafalan ayat suci Al Qur’an di depan para penguji dari Turki dan Indonesia pada Desember tahun lalu di Medan.

Ibnu (sapaan akrabnya-red) bercerita sejak duduk di bangku kelas 4 SD di Madrasah Ibtidaiyah Unggul Terpadu (MIUT) Kota Padang Panjang, dirinya memang sudah gemar untuk menghafalkan ayat suci Al Qur’an.

Sejak SD memang sudah suka untuk menghafal Al Qur’an dan berniat untuk hafal 30 Juz. Alhamdulillah berkat dorongan dari orang-orang terdekat dan niat tulus dari hati, saya bisa menghafalkannya,” ungkap Ibnu seusai mengimami Salat Jumat di Islamic Center.

Sejak kecil hingga sekarang, berkat kegemarannya untuk menghafalkan ayat-ayat Allah itu, Ibnu yang tengah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Sulaimaniyah Medan ini, banyak dipercayai untuk mengikuti berbagai ajang lomba tahfidz, baik dari tingkat kota, provinsi hingga nasional. Dari beberapa lomba yang diikuti, Ibnu berhasil keluar sebagai pemenang.

Bagi Ibnu mempertahankan hafalan 30 Juz yang telah didapat, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena baginya, tatkala sudah meninggalkan Al Qur’an, tak diulang selama satu minggu saja, itu rasanya sudah sama tidak membaca Al Qur’an selama dua tahun.

Tipsnya, supaya hafalan tidak hilang, itu harus di murojaah, istiqomah dan diulang-ulang,” sebut Ibnu.

Ibnu menyebutkan, dengan menghafalkan ayat suci Al Qur’an banyak mukjizat, manfaat dan keutamaan yang didapat di dalam kehidupan, baik itu di dunia maupun di akhirat kelak.

Alhamdulillah berkat hafalan Al Qur’an ini, saya juga mendapat program dari sekolah untuk melanjutkan pendidikan non-gelar ke Turki. Insyaa Allah berangkat pada Juni tahun depan,” katanya.

Saat masih kecil, sulung dari dua orang bersaudara ini mengungkapkan mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun setelah ia mendapatkan tawaran untuk melanjutkan pendidikan ke Turki, cita-citanya berubah ingin menjadi Imam Besar Masjidil Haram.

Dulu waktu kecil pengen jadi dokter, tapi insyaa Allah habis selesai pendidikan non-gelar di Turki nanti, akan lanjut mengambil jurusan agama. Kalau Allah izinkan, saya ingin jadi Imam Besar di Masjidil Haram,” ungkap Ibnu sambil tersenyum.

Bertepatan dengan momen peringatan hari Sumpah Pemuda, Ibnu mengajak para pemuda-pemudi untuk bersatu dan bangkit di era tantangan globalisasi seperti saat sekarang ini.

Untuk pemuda-pemudi mari bangkit dan Bersatu. Jangan malas-malasan. Selalu istiqomah, apalagi di zaman sekarang yang serba cepat di tengah tantangan teknologi informasi. Tetap berkarya dan selalu melakukan hal hal yang positif,” ajaknya. (MK).