Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM –
Dalam diskusi dan bincang-bincang dengan Dr. H. Syahril Ali dan Prof. Dr. Rusnam Mansyur baru-baru ini di Universitas Darma Andalas Padang ada nasehat dari almarhum dokter Sabaruddin Abas putra dan putri Padang Sago tidak boleh putus sekolah karena tidak ada biaya.
Saya masih ingat pesan dan nasehat itu dari pendahulu kita almarhum Bapak Sabar,” ujar Syahril yang diamini oleh pederta diskusi lainnya. Sebagai generasi penerus kita juga harus sampaikan kepada generasi di bawah kita.
Menurut Syahril untuk menampung informasi dahulu ada namanye Ikatan Pemuda Pelajar Tigo Nagari (IPPTN) inilah lembaga tempat menampung aspirasi masyarakat Padang Sago terhadap putra dan putri Padang Sago yang mau melanjutkan pendidikannya.
Ke depan mungkin bisa disepakati nama IKBPS (Ikatan Keluarga Besar Padang Sago Sekutarnya) sebagai wadahnya. “Anak siapa pun di Padang Sago wajib sekolahnya dilanjutkan minimal S1. Soal biaya itulah tugas kita mencarikan solosinya,* ulas Rusnam menimpali.
Menurut Syahril salah satu wadah untuk ngumpulkan dana dibentuk Unit Pengimpul Zakat (UPZ) Kecamatan Padang Sago. Kita himbau peranrau Padang Sago untuk menyalurkan sebagian zakatnya dengan UPZ tersebut.
Artinya soal biaya bisa dibantu dengan infak sedekah dan zakat umat. Disamping mungkin kita buat acara badoncek.” ulas Indra Kusnadi dan Herman Zain dan diamini oleh Jamaksar dan Bakhrial Eri. (Tka)
