Indeks

PROFIL GUS MIFTA DAN PONDOK PESANTREN MANDIRI MAHAKARYA ANAK BANGSA SUMENEP

Surabaya (Jatim), MINAKONEWS.COM – Miftakhul Anwar seorang mahasiswa magister ilmu komunikasi Unitomo Surabaya, dan pengusaha perlengkapan travel umroh, alat perlengkapan Pramuka , sarung goyor tenun printing, baju anak dan usaha terbarunya menjual pentol dengan sistem franchise ini merupakan pemilik pondok pesantren mandiri di daerah dusun Duko Barat desa Laklak kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

Alhamdulillah baru menginjak usia 2 tahun ada 3 santri yang menetap di pesantren mahakarya anak bangsa, dan ada sekitar 10 santri yang pulang pergi yang belajar di pesantren mahakarya anak bangsa, yang mukim ada salah satu santri dari garut jawa Barat , ada juga dari kepulauan kangean kabupaten Sumenep, dan ada juga yang mukim dari desa Lodaya” ujar Gusmifta.

Pelajaran yang diberikan pondok pesantren Mahakarya Anak Bangsa sudah tersusun rapi , untuk materinya berkurikulum pengusaha.
Tagline pondok ini adalah “nyantri satu tahun jadi pengusaha” , pesantren ini merupakan pesantren pemberdayaan umat berbasis pesantren dengan fokus mencetak generasi rabbani , mandiri, dan peduli terhadap umat, jadi kami mendorong anak muda agar bisa menjadi mandiri, untuk bisa kuat secara finansial, secara mental , dan secara spiritual. Maka narasi yang sering disampaikan kepada umat adalah bagi yang belum bisa bekerja, bagi yang belum bisa kuliah bisa belajar di pesantren ini secara gratis untuk belajar menjadi pengusaha , dan untuk bisa mandiri.


Isi materi yang disampaikan sudah tersusun diantaranya belajar dasar dasar bisnis, belajar mental, belajar mindset, belajar bisnis para nabi, belajar bisnis para sabahat, belajar dream, foto produk, copywriting, manajemen, leadership, digital marketing baik itu SEO ( search engine optimization), media sosial, marketplace, Shopee, lazada, dan banyak materi lainnya yang sudah kita siapkan untuk santri .

Selama 4 bulan belajar di pesantren Mahakarya Anak Bangsa ini dengan memahami materi dasar, para santri akan mulai mandiri. Santri dari garut contohnya alhamdulillah semenjak datang ke pesantren ini sudah tidak minta uang orang tua artinya dia sudah bisa mandiri ” ujar pemilik pesantren ini.
Salah satu kunci keberhasilan para santri adalah pendampingan, sehingga para mentor yang mengajarkan tidak lepas begitu saja dan akan dampingi, dilihat progresnya, di coaching, dilihat perkembangannya.

Karena itu bersyukur sekali sampai sekarang para santri sudah bisa mandiri.
Para santri itu juga banyak usaha yaitu ada yang jualan baju anak, ada yang jualan songkok, ada yang jualan poster, ada yang fokus di percetakan, ada juga yang jualan daster.

Maka mohon doanya untuk semua pihak dan mohon dukungannya, kami masih baru kami butuh dukungan agar kami bisa fokus di medan dakwah ini, tiada lain adalah kepedulian , tiada lain untuk generasi mas bangsa. Maka kedepanya kami berharap sebagai management pesantren kedepan semakin banyak lagi anak muda yang mandiri, angka pengangguran di Indonesia ini berkurang, dan juga banyak anak Indonesia yang produktif, juga harapanya berkurangnya kegiatan-kegiatan seperti main-main, seperti main game dan harapan pesantren ini untuk semuanya, adalah membersamai perjuangan ini agar pesantren ini tidak berusaha sendirian,dan selalu bermanfaat untuk umat.(Ikka).