Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Kesra Pemkab Solok Mulyadi Marcos menerima Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai Rinaldi dan rombongan, di ruang Balitbang Pemkab Solok.(Eli)
Solok (Sumbar )MINAKONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mentawai lakukan kunjungan untuk melakukan audiensi tentang Strategi Penurunan Stunting ke Kabupaten Solok baru-baru in.
Audiensi ini berlangsung di ruang rapat Bapelitbang Kabupaten Solok, yang dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Kesra Mulyadi Marcos, SE, MM, Sekda Kabupaten Kepulauan Mentawai Rinaldi, Ketua TP PKK Kab Solok diwakili Ketua DWP Kabupaten Solok Tezi Medison, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Mentawai Prisilia Martinus, Ketua DWP Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok dan Mentawai.
Mulyadi Marcos menyampaikan
ucapan selamat kepada Sekda Mentawai dan rombongan di Kabupaten Solok
“Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Pada tahun 2022 Stunting di Kabupaten Solok berada di angka 24,2 persen, jumlah ini turun signifikan dibandingkan tahun 2021 yaitu sebanyak 40,1 persen,” ujar Marcos.
Dengan penurunan yang signifikan mencapai 15,9 persen ini menjadikan angka stunting di Kabupaten Solok berada di peringkat teratas dari 19 Kota/Kabupaten di Sumatera Barat.
Berbagai strategi yang dilakukan Pemkab Solok diantaranya, dengan mendirikan Pos Gizi dan memantau Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita, juga melakukan pencegahan stunting dimulai dari Ibu Hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
Selain itu, strategi Pemerintah Kabupaten Solok dalam menurunkan angka stunting juga melibatkan seluruh Dinas, apalagi di bawah kepemimpinan Bupati Solok, Epyardi Asda, yang selalu mengingatkan kepada semua OPD dan semua pihak agar permasalahan stunting di Kabupaten Solok dapat ditangani dengan baik dan semuanya untuk ikut terlibat menanganinya.
Rinaldi selaku Sekdakab Kepulauan Mentawai juga mengucapkan terimakasih, karena telah menerima kunjungan di Kabupaten Solok dalam rangka audiensi percepatan penurunan stunting.
Maksud dan tujuan kami datang ke Kabupaten Solok ini merupakan gerak cepat menindaklanjuti hasil SSGI yang lalu karena angga stunting di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih tinggi, ” jelasnya.
Untuk itu, sangat diharapkan masukan serta informasi terkait hal hal yang telah dilakukan kabupaten Solok untuk mengurangi stunting ini.
Kami juga berharap agar bapak dan ibu dari Kabupaten Solok ini juga dapat berkunjung ke kab kepulauan mentawai,” harap Rinaldi.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh kepala dinas kesehatan kab Solok Zulhendri, SKM, M. Kes, kepala DPPKAB P3A Dr. Maryeti Marwazi, MARS dan sesi tanya jawab bersama pemerintah Kepulauan Mentawai. (Eli)
