Bendera Venezuela berkibar di Caracas, di tengah krisis politik dan status darurat nasional.(Potret Digital: AI).
Caracas (Venezuela). MINAKONEWS. Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas, Sabtu (3/1/2026). Penangkapan ini terjadi setelah serangkaian ledakan mengguncang ibu kota, memicu status darurat nasional yang berdampak pada ratusan keluarga di kawasan Caracas.
Operasi militer yang melibatkan unit elite Delta Force berlangsung kilat. Maduro dan istrinya ditangkap, lalu dibawa ke kapal USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan narkoba. Presiden AS Donald Trump bahkan mengunggah foto Maduro dengan penutup mata di platform Truth Social, menegaskan keberhasilan operasi.
Maduro, 63 tahun, pertama kali menjabat sebagai Presiden Venezuela pada 2013 menggantikan Hugo Chavez. Ia kembali dilantik untuk masa jabatan ketiga pada Januari 2025, meski pemilu 2024 dituding penuh kecurangan. Selama masa pemerintahannya, Venezuela mengalami krisis ekonomi, inflasi ekstrem, dan eksodus jutaan warganya.
Reaksi Venezuela langsung keras: angkatan bersenjata dikerahkan, status darurat nasional ditetapkan, dan akses di sejumlah titik Caracas lumpuh. Data awal menyebutkan 235 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung akibat blokade jalan dan operasi militer di ibu kota.
Sementara itu, negara-negara tetangga dan blok Eropa sebelumnya telah mengakui tokoh oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia sebagai pemimpin sah Venezuela pasca pemilu 2024. Penangkapan Maduro dipandang sebagai titik balik besar dalam krisis politik Venezuela.
Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
