Indeks

AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Dunia Terbelah & Indonesia Waspada Dampak

Bendera Venezuela, AS, dan PBB berkibar di tengah krisis global pasca penangkapan Presiden Maduro.(Infografis: WD/AI).

Caracas (Venezuela). MINAKONEWS. Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas, Sabtu (3/1/2026). Penangkapan ini memicu reaksi global yang terbelah, sebagian negara menyambutnya, namun mayoritas mengecam keras tindakan militer tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai situasi ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menjadi preseden berbahaya. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas krisis Venezuela.

Negara-negara pendukung AS seperti Kolombia, Brasil, Inggris, dan Polandia menyebut operasi ini sebagai langkah penegakan hukum terhadap rezim otoriter. Sebaliknya, Rusia, Tiongkok, Iran, dan Afrika Selatan mengecam keras, menyebutnya pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Maduro, yang berkuasa sejak 2013 dan kembali dilantik pada 2025, ditangkap oleh unit elite Delta Force dan dibawa ke kapal USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan narkoba. Presiden AS Donald Trump bahkan mengunggah foto Maduro dengan penutup mata di platform Truth Social, menegaskan keberhasilan operasi.

Bagi Indonesia, krisis ini memiliki dampak tidak langsung. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan memantau situasi dengan hati-hati dan menekankan pentingnya penyelesaian damai melalui jalur diplomatik. Potensi dampak yang perlu diwaspadai antara lain fluktuasi harga minyak dan komoditas, posisi diplomatik Indonesia dalam forum internasional, serta perlindungan WNI di Venezuela.

Penulis : Dinno Veoline/Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com