Indeks

Ayah Hadir, Keluarga Kuat: Peran Ayah di Tengah Pubertas Anak dan Perimenopause Istri

Dr. Wihaji, Dr. Ivan Rizal Sini, dan Dr. Irfan Aulia berdiskusi soal peran ayah sebagai penyeimbang keluarga (Foto Dok. Kemendukbangga).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM — Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga dan literasi kesehatan reproduksi, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menggelar talkshow bertajuk “Menjadi Sahabat Bagi Istri dan Anak: Peran Ayah pada Masa Menjelang Menopause dan Pubertas”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan telah berlangsung pertengahan Oktober 2025, secara hybrid di Jakarta.

Talkshow ini menyoroti dua fase krusial dalam keluarga: pubertas anak dan perimenopause istri. Kedua fase tersebut sering berlangsung bersamaan dan memicu dinamika emosional yang kompleks. Di sinilah peran ayah menjadi penyeimbang, bukan sekadar pencari nafkah.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, menyampaikan bahwa 29 persen anak Indonesia mengalami fatherless secara psikologis. Ia menyebut, “Fisiknya ada, tapi jiwanya tidak hadir. Anak-anak kita sekarang punya keluarga baru: gadget,” mengutip riset UNICEF 2021.

Ia juga menyoroti tren pubertas dini dan konflik yang sering muncul antara ibu yang sedang perimenopause dan anak remaja yang sedang pubertas. Menurutnya, “Keduanya sensitif. Ayah harus hadir dengan empati dan pengertian.”

Pakar obgyn, Dr. Ivan Rizal Sini, Sp.OG, menjelaskan bahwa perimenopause bisa dimulai sejak usia 30-an dan berdampak pada kesehatan fisik dan mental perempuan. Penurunan estrogen dapat memicu osteoporosis, penyakit jantung, hingga alzheimer. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara pasangan sangat penting untuk menjaga stabilitas keluarga.

Sementara itu, psikolog keluarga Dr. Irfan Aulia, M.Si, menekankan bahwa keterlibatan ayah berpengaruh langsung terhadap kecerdasan moral dan kemandirian remaja. “Seringkali perempuan hanya ingin didengarkan, bukan dicari solusinya. Ayah perlu memahami ini,” jelasnya.

Talkshow ini dimoderatori oleh Yosi Mokalu, figur publik yang aktif mengkampanyekan peran ayah. Ia mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap fase kehidupan keluarga membutuhkan pendekatan khusus. “Menopause itu musim yang harus diobservasi, bukan diabaikan,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh ASN dari 20 kementerian/lembaga, TNI, Polri, Dinas PPAPP DKI Jakarta, BNPB, instansi swasta, media, dan tokoh masyarakat. Secara daring, peserta berasal dari perwakilan BKKBN provinsi, penyuluh KB, dan masyarakat umum.

Meski telah berlangsung pertengahan Oktober lalu, pesan dari kegiatan ini tetap relevan: ayah perlu hadir secara utuh dalam keluarga, menjadi sahabat bagi istri dan anak, serta membangun rumah tangga yang kuat secara emosional dan edukatif.

Penulis: DUR
Editor: Red. Minakonews.com