Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan sikap tegas di tengah banjir, membuka diri pada bantuan internasional demi rakyat.(Potret Digital: DM/AI).
Banda Aceh (Aceh). MINAKONEWS.COM – Banjir besar yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 menimbulkan korban jiwa mencapai 961 orang, termasuk 138 jiwa di Aceh Utara. Lebih dari 449.600 warga kini mengungsi di berbagai posko, sementara ribuan rumah, jembatan, dan fasilitas umum rusak berat.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyebut sejumlah desa di Aceh Tamiang “hilang disapu banjir”, menegaskan skala kerusakan luar biasa yang menuntut percepatan bantuan. Data BNPB juga mencatat ribuan pengungsi mulai terserang penyakit, dengan 5.151 kasus ISPA dan 6.433 penyakit kulit.
Bantuan internasional mulai berdatangan. Malaysia telah mengirim obat-obatan dan tim dokter, dengan gelombang kedua berupa 3 ton obat dijadwalkan tiba 10 Desember. Tiongkok mengirim lima relawan untuk membantu pencarian korban di lumpur. Dukungan moral dan tawaran bantuan juga datang dari Iran, Arab Saudi, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Armenia.
Dalam kunjungan lapangan, Gubernur Aceh menegaskan, “Jangan persulit relawan asing, mereka datang untuk membantu.” Pernyataan ini memperkuat sikap daerah yang membuka diri terhadap solidaritas global, meski pemerintah pusat sempat menolak sebagian tawaran bantuan dengan alasan Indonesia masih sanggup menangani sendiri. Anggota DPR RI mendukung langkah Gubernur Aceh, menilai pelibatan bantuan internasional penting untuk mempercepat penanganan bencana.
Situasi di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak akan logistik, obat-obatan, dan tenaga medis. Solidaritas global yang mulai hadir diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat Aceh dari bencana besar ini.
Penulis: Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com
