Tujuh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, terdampak banjir dan longsor sejak 25 November 2025. Korban jiwa tercatat 2 orang, 17 lainnya masih dalam pencarian. (Infografik: Dinno Veoline/AI).
Tapanuli Utara (Sumut). MINAKONEWS.COM – Banjir dan longsor melanda sedikitnya 53 titik di Kabupaten Tapanuli Utara sejak 25 November 2025. Data resmi mencatat dua warga meninggal dunia dan 17 lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi serta pencarian korban di kecamatan terdampak.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Utara sejak awal pekan memicu luapan sungai dan longsor di sejumlah desa. Kecamatan Parmonangan, Pahae Julu, Pahae Jae, Pagaran, dan Adiankoting menjadi wilayah paling parah terdampak. Akses jalan utama sempat terputus akibat material longsor, menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.
BPBD Sumut melaporkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke posko darurat yang didirikan di balai desa dan sekolah. Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari rumah yang terendam banjir. Sementara itu, pencarian korban hilang masih difokuskan di daerah aliran sungai dan lokasi longsor yang tertutup material tanah.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan mulai disalurkan ke posko pengungsian.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
