Indeks

Banjir Sumbar: Ratusan Korban, Agam Terparah

Warga Palupuh berjuang menembus jalur berlumpur pasca longsor, di tengah terputusnya akses utama Padang–Bukittinggi (Foto Dok. Ist.).

Agam (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra Barat sejak akhir November 2025 menewaskan lebih dari 228 orang, dengan 98 orang masih hilang. Kabupaten Agam tercatat sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak, sementara ribuan warga mengungsi di lokasi aman.

Data BNPB per 11 Desember 2025 menyebut total korban meninggal di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) mencapai 969–971 orang, dengan 252 orang masih hilang. Di Sumbar, selain Agam, daerah terdampak parah meliputi Tanah Datar, Solok, dan Padang Panjang. Material longsor menutup jalur vital Padang–Bukittinggi, termasuk Jembatan Kembar Silaiang, sehingga akses transportasi lumpuh.

Pemerintah menetapkan bantuan sebesar Rp 60 juta per rumah bagi korban bencana di Sumatra. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan pendampingan psikososial bagi siswa terdampak di Agam agar tetap semangat belajar pasca bencana.

Pengamat lingkungan dari UGM menilai deforestasi besar-besaran di Sumatra memperparah banjir bandang, karena tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Hal ini menambah urgensi bagi pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat kebijakan lingkungan di kawasan rawan bencana.

Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com