Indeks

Batik Sumbar Berpijar di Sawahlunto: Kreativitas, Warisan & Juara

Rizka Afriyuni dari Dekranasda Kota Pariaman raih Juara 1 Festival Batik Sumbar 2025 di Sawahlunto lewat karya bertema “Less But Enough” (Dok. Prokopim).

Sawahlunto (Sumbar), MINAKONEWS.COM — Kota tambang bersejarah itu kembali bersinar, kali ini bukan karena batu bara, melainkan batik. Malam Puncak Festival Batik Sumatera Barat 2025 di Taman Silo, Sawahlunto, menjadi ajang unjuk kreativitas, warisan budaya, dan kejutan dari para desainer muda.

Di antara sorotan lampu dan tepuk tangan, nama Rizka Afriyuni dari Dekranasda Kota Pariaman muncul sebagai Juara 1, membawakan motif Kelapa bertema “Less But Enough” yang memikat juri dan penonton.

Festival yang digelar bersamaan dengan Sawahlunto International Music Festival (SIMFest) ini mengusung tema “Heritage Continues – Passage of Time”, menampilkan narasi visual tentang perjalanan budaya Sawahlunto dari masa kolonial hingga era industri kreatif. Ribuan pengunjung memadati Taman Silo untuk menyaksikan peragaan busana batik, pertunjukan musik, dan pameran produk UMKM dari berbagai daerah di Sumbar.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa pelestarian budaya dan penguatan industri kreatif menjadi prioritas Pemko. “Kami berkomitmen memperkuat pembinaan perajin melalui pelatihan desain, promosi digital, serta kolaborasi antara sekolah, UMKM, dan komunitas kreatif,” ujarnya.

Juara Festival Batik Sumbar 2025:
– Juara 1: Dekranasda Kota Pariaman
Desainer: Rizka Afriyuni
Karya: Batik motif Kelapa bertema “Less But Enough”
Filosofi: Mengangkat kesederhanaan dan kekayaan alam pesisir sebagai simbol kemandirian dan keseimbangan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Riyanda Putra didampingi Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, Sekdako Rovanly Abdams, dan Plt Kadis Kominfo Halomoan. Karya Rizka mendapat apresiasi tinggi karena memadukan unsur tradisional dan modern secara elegan, serta menjadi simbol inovasi batik Sumbar yang inklusif dan berdaya saing.

Festival ini menjadi bukti bahwa batik bukan sekadar warisan, tetapi juga medium ekspresi kreatif yang terus berkembang. Pemko Sawahlunto menegaskan komitmennya menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan untuk memperkuat identitas budaya dan daya saing ekonomi kreatif daerah.

Penulis: d®amlis/44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com