Indeks

BIAR DiPINGGIR JALAN YANG PENTING HASIL DAN KUALITAS KERJANYA

Tiada hari Minggu bagi Iskandar Harisman hingga Minggu (9/11) ia terlihat masih kerja membereskan pekerjaan suatu Mobil di bengkelnya.(Foto M.Syukur).

Bukittinggi (Sumbar), MINAKONEWS.COM –
Ah, bengkel di pinggir jalan. Begitu antara lain ocehan diantara orang yang belum tahu dengan hasil kerja bengkel di pinggir ja lan itu. Misalnya dengan hasil kerja beng kel Las Ketok di KM 5 Bukitinggi Padang panjang.

Memang di pinggir jalan letaknya,
karena itu tidak salah kalau ada orang me ngatakan, “Bengkel Pinggir Jalan”. Namun hasil kerjanya tidak kalah dengan bengkel yang bertaraf nasional. Bahkan tidaklah berlebihan kalau dikatakan sama kualitas nya.

Malah diantara mobil yang rusak karena kecelakaan reot-reot banyak masuk beng kel ini. Keluar dari bengkel pinggir jalan ini seola-oleh sebelumnya mobil itu tidak per nah kecelakaan. Karena bagaikan tidak ke lihatan mobil itu sudah diperbaiki.

Begitu kualitas kerja bengkel tersebut. karena itu pesienya tidak hanya dari Provinsi Sumatera Barat saja. Melainkam ada yang dari Provinsi Sumatera Utara. Lampung, Riau dan lain-lainya.

Mobil rusak yang masuk ke bengkel itu tidak terkecuali dari mobil prodak Eropah. Jepang, Cina. Sehubungan dengan itu da pat dikatakan, bengkel tersebut sudah me nangani berbagai buatan.

Oleh sebab itu baru-baru ini terlihat da lam bengkel tersebut ada mobil yang ber merek Toyota, Mitsibishi, wuling, Palisade yang berharga Rp.1,2 Miliar. Menurut Iskandar Harisman selaku pemiliknya, bahwa bengkel juga sudah menangani Mercy, BMW dllnya merk.

Putra Tantaman Kec.X Koto Palembaian Kab.Agam ini dalam menjawab pertanyaan MinakoNewes menuturkan, waktu di SLTP magang di bengkel Mobil Sumatera Jaya Servis di Muaro Padang. Dari magang itu diterima sebagai pekerja oleh Cina pemilik bengkel itu. Selama 8 tahun sebagai peker ja di bengkel tersebut.

Laki-laki yang masa kecilnya lebih ba nyak bersama neneknya ini juga pernah be kerja di bengkel Am Balando selama 6 bulan. Juga pernah masuk BLK Lubuk Alung selama 6 bulan. Berternak itik bersama orang tuanya di Katapiang Pariaman.

Sesudah itu menjadi sopir 2 trip pagi saja Bukittinggi Padang Panjang. Siang kerja bengkel. Malamnya menjadi sopir yang ha nya menunggu penumpang Bus ANS dan Bus Gumarang yang masuk malam hari.

Sumando Pasie Laweh Sungaitarab, Kab. Tanah Datar Luhak Nan Tuo ini, dulu peker janya mayoritas dari anak-anak muda dari pulau Jawa. Tapi karena sudah membuka
usaha sendiri pula maka kini pekerjanya orang awak saja lagi. Namun pada sisi lain dan dari pengamatan MinakoNews ia lebih senang tinggal di bengkel bersama isteri dengan 2 orang anaknya Muhammad Rid wan dan Raysa.

Dalam kehidupan berbengkel suka dan dukanya pasti ada. Antara lain dengan se seorang perhitungan upah sudah cocok, pekerjaan selesai namun upah tidak diba yarnya sesuai dengan perjajian. Bahkan karena sudah sering diminta diberinya Rp. 50 ribu.

Justru karena bosan dan rasanya lebih dari pada orang minta-minta lalu direlah kan saja. Akan tetapi Alloh Maha menge tahui aliran keringat pekerja dari hari keha ri. Memang tidak berapa lama kemudian Mobilnya itu kembali bertabrakan (M.Syukur).

Penulis : M Syukur

Editor. : Red minakonews