BUMN Tekstil Baru resmi dibentuk, jadi langkah strategis pemerintah selamatkan industri padat karya dan lindungi jutaan tenaga kerja.(Ilustrasi Digital: Minakonews/AI).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Pemerintah Indonesia resmi membentuk BUMN baru di sektor tekstil dan garmen di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari transformasi industri nasional. Langkah ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi baru-baru ini, menyusul tekanan global terhadap sektor padat karya dan krisis yang melanda PT Sri Rejeki Isman (Sritex).
BUMN tekstil ini akan mengelola investasi sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp101,4 triliun, dengan mandat utama menyelamatkan aset dan kegiatan ekonomi Sritex, memperkuat rantai pasok nasional, serta membuka kembali lapangan kerja yang terdampak. Sritex sendiri mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan dan memiliki pasar ekspor yang luas, sehingga penyelamatannya menjadi prioritas strategis pemerintah.
Pemerintah menegaskan bahwa industri tekstil dan garmen bukan sekadar bisnis, tetapi menyangkut ketahanan ekonomi lokal, kemandirian industri, dan stabilitas sosial. BUMN baru ini akan mengintegrasikan proses hulu ke hilir, termasuk produksi benang, kain, dan garmen, serta mengembangkan teknologi tekstil ramah lingkungan. Pemerintah juga mempertimbangkan akuisisi aset Sritex dan penyaluran kredit untuk menjaga keberlangsungan operasional.
“Komitmen pemerintah jelas: menjaga keberlangsungan industri tekstil nasional, melindungi tenaga kerja, dan memastikan roda ekonomi tetap bergerak secara berkelanjutan,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya kepada awak media.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Prabowonomics, yang menempatkan industri padat karya sebagai prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis kemandirian dan keadilan sosial.
Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
