Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Bersama Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol.(Foto : Ref).
Pasaman (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuanku Imam Bonjol di Lubuk Sikaping, Senin pagi (16/6/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap (medical check-up) sebagai persiapan menghadiri Retret Kepala Daerah di Jatinangor, Jawa Barat, pada 20 Juni mendatang.
Menepis anggapan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari inspeksi mendadak (sidak), Bupati Welly dengan tegas menyatakan bahwa kehadiran mereka murni untuk keperluan pribadi. “Bukan… kami tidak sedang melakukan sidak,” ujar Welly sambil tersenyum. Namun demikian, kunjungan ini dimanfaatkan juga untuk melihat langsung kondisi pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut.
Dalam pernyataannya kepada media, Bupati Welly menekankan bahwa sejak awal masa jabatannya, ia telah menyampaikan kepada Direktur RSUD mengenai pentingnya peningkatan mutu pelayanan. “Dari rapat koordinasi pertama saya sudah sampaikan, pelayanan masyarakat di RSUD ini harus terus ditingkatkan. Dalam waktu dekat, kami mungkin akan melakukan sidak khusus untuk melihat lebih rinci,” ujarnya.
Bupati Welly menegaskan bahwa rumah sakit daerah harus menjadi tempat yang memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga. “Kita ingin masyarakat merasa dihormati dan dilayani dengan baik. Setiap pasien harus mendapat perlakuan yang manusiawi dan sesuai standar pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Direktur RSUD Tuanku Imam Bonjol, dr. Yong Marzuhaili, MKM, menyambut baik perhatian yang diberikan kepala daerah. Ia menyampaikan bahwa kunjungan Bupati dan Wabup ke rumah sakit tersebut memang dalam konteks medical check-up, namun tetap menjadi momentum untuk menyampaikan tantangan aktual yang dihadapi manajemen rumah sakit.
Salah satu isu mendesak, menurut dr. Yong, adalah kekurangan tenaga spesialis anak. “Saat ini kami hanya memiliki satu dokter spesialis anak. Kami sudah melakukan pendekatan ke Kementerian Kesehatan agar bisa mendapat tambahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatiran terkait ruang rawat inap yang belum seluruhnya sesuai standar BPJS Kesehatan. “Jarak antar tempat tidur pasien seharusnya lebih manusiawi. Kita sudah menganggarkan pembangunan ruang rawat sesuai standar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 sebesar Rp1,4 miliar. Harapan kami, tahun ini pekerjaan fisiknya sudah bisa dimulai,” ujar dr. Yong.
Harapan untuk Transformasi Pelayanan
dr. Yong menyampaikan harapan besarnya agar RSUD Tuanku Imam Bonjol bisa bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu memberikan layanan komprehensif. Salah satu langkah maju adalah kerja sama dengan RS Otak Nasional untuk layanan pasien stroke, yang kini telah bisa dilayani dengan bantuan alat CT-scan yang telah dimiliki RSUD.
“Kami optimis, dengan dukungan pemerintah daerah, peningkatan jumlah tenaga spesialis, serta perbaikan fasilitas fisik, RSUD Tuanku Imam Bonjol akan mampu menjadi rumah sakit yang membanggakan masyarakat Pasaman,” pungkas dr. Yong.(Ref).
Penulis. : Ref
Editor. : Red minakonews
