Liputan : Ika
JOMBANG (Jatim), MINAKONEWS.COM – Guna optimalkan kemampuan siswa dalam belajar, terdapat bermacam cara bisa dilakukan instansi maupun perorangan. Seperti peran yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang kali ini, gelar sosialisasi rintisan sekolah penggerak jenjang sekolah dasar.
Bertempat di sekolah dasar negeri (SDN) Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sosialisasi rintisan sekolah penggerak angkatan tiga jenjang SD tahun 2022 itu digelar.
Rupanya, kegiatan ini digelar dengan menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka, supaya peserta didik dapat belajar dengan potensi dan kemampuan masing-masing yang dimilikinya.
Seperti yang disampaikan Kepala Disdikbud Jombang, Senen, dalam sambutannya. Program tersebut dilaksanakan tidak lepas dari dampak pandemi dua tahun lalu, dimana siswa-siswi belajar secara online.
Dengan adanya Program Sekolah Penggerak inilah disampaikan, para guru dapat andil untuk mengevaluasi kembali penerapan pembelajaran baru di kurikulum merdeka. Betapa tidak diperjelas, agar peserta didik dapat mengoptimalkan kompetensi kemampuan belajarnya seusai dilakukan sosialisasi tersebut.
Kita berusaha semaksimal mungkin agar program sekolah penggerak ini bisa sukses, jadi masih banyak yang bakal kita persiapkan sebelum program itu berjalan dengan lancar pada tahun ajaran baru di tahun mendatang (2023),” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Senen, dari kurikulum baru inilah, program sekolah penggerak, pembelajaran intrakurikuler yang beragam, bisa lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi siswa.
Diantaranya apabila peserta didik ini lebih menguasai hobinya, seperti menyukai seni musik, mengambar maupun olahraga, bahkan yang lainnya,” tandas dengan singkat Kadisdik Jombang.
Masih di tempat yang sama, hal itu senada dengan yang diungkapkan Kasmujiraharja, Sub Koordinator Pengembang Kurikulum Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Jombang.
Ia menyebutkan, jika dalam sosialisasi kali ini pihak dinas melibatkan seluruh Kepala Sekolah Dasar beserta para Guru dari kelas 1 hingga kelas 4 yang harus betul-betul memahami potensi peserta didik sejak dini, mulai bagaimana pembelajaran di Sekolah Penggerak.
Adapun narasumber kegiatan tersebut, pihak Disdik yang mengadakan agenda, Sosialisasi Rintisan Sekolah Penggerak Angkatan 3 Jenjang SD berasal dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur dan Kepala Sekolah Penggerak Jenjang SD Angkatan 2.
Untuk SD ada sebanyak 22 lembaga yang nanti akan melaksanakan sebagai pelaksanaan program Sekolah Penggerak. Yang kami undang kemarin diantaranya di 22 lembaga itu, ada 1 kepala sekolah dan dan dua orang guru sebagai komite pembelajaran. Yang nantinya lembaga itu menjadi calon pelaksana sekolah pengerak,” katanya.
Sedangkan kurikulum yang diambil dalam penerapannya, ia juga mengatakan, untuk materi pelajarannya tentang kurikulum sekolah penggerak, hampir semuanya kurikulum merdeka, termasuk program serta pembelajaran dan asesmen beserta penilaiannya.
Dari 22 Kasek terpilih inilah juga harus menghasilan peserta didik yang menghasilkan secara optimal dan betul-betul nyata karena itu pihaknya mencari yang terbaik dari yang terbaik,” paparnya.
Masih kata Kasmujiraharja, pihaknya juga mengharapkan dari angkatan yang kedua kemarin, di Program Sekolah Penggerak ini bagi yang belum punya pengalaman, harus bisa bagaimana untuk melaksanakan dalam tugas itu. Setidaknya para guru kembali bisa menata dimulai dari persiapan mereka saat ditempatkan menjadi wali kelas 1 maupun kelas 2.
Pastinya tiap guru bisa memberikan bimbingan yang kreatif kepada muridnya, karena nanti dengan materi pembelajaran baru ini, juga harus mempersiapkan infrastrukturnya. Sebab sebelumnya, kurikulum lama para siswa ini ditentukan oleh nilai ujian. Namun sekarang anak-anak itu dapat mencapai sesuai dengan kemampuannya masing-masing,” imbuhnya memungkasi.
