Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 di kisaran 5,5%–5,7%, ditopang konsumsi Ramadan, subsidi energi, dan aktivitas konstruksi. (Ilustrasi: Minakonews/AI).
Jakarta, MINAKONEWS – Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tetap kuat di tengah tekanan global, dengan kisaran 5,5–5,7 persen. Optimisme ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran menjadi motor utama pertumbuhan.
Airlangga menyebutkan, aktivitas konsumsi rumah tangga meningkat signifikan selama Ramadan, terutama didorong oleh tradisi belanja menjelang Idul Fitri dan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). “Momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi penggerak utama konsumsi masyarakat, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen realistis,” ujarnya.
Sementara itu, Purbaya menekankan pentingnya belanja pemerintah dan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia menyebutkan bahwa harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil agar gejolak harga internasional tidak langsung dirasakan masyarakat. “Dengan konsumsi Ramadan, belanja pemerintah yang tepat waktu, serta subsidi energi, pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa mencapai 5,6–5,7 persen,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui inflasi kuartal I 2026 diperkirakan sedikit lebih tinggi dibanding tahun lalu karena tidak ada lagi diskon tarif listrik 50 persen. Namun, tekanan global seperti konflik di Timur Tengah dinilai belum berdampak signifikan terhadap ekonomi domestik.
Selain konsumsi rumah tangga, pemerintah juga menyoroti peran sektor swasta dan investasi yang tetap tumbuh positif. Program pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor industri menjadi bagian dari strategi menjaga momentum pertumbuhan.
Kesimpulan:
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 di kisaran 5,5–5,7 persen menunjukkan resiliensi ekonomi nasional. Konsumsi Ramadan dan Lebaran, subsidi energi, serta belanja pemerintah menjadi faktor utama penopang, sementara tekanan global belum mengganggu stabilitas ekonomi domestik.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
