Indeks

Fenomena Sinkhole di Situjuah Bukan Tempat Keramat atau Sumber Obat, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena alam di Situjuah: air jernih bukan bertuah, tetap waspada dan jangan konsumsi sebelum uji medis. (Dok. Wagub Sumbar).

Lima Puluh kota (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dihebohkan dengan kemunculan lubang besar (sinkhole) yang tiba-tiba muncul di area persawahan 4 Januari 2026. Lubang tersebut mengeluarkan air jernih berwarna kebiruan, menarik perhatian masyarakat hingga viral di media sosial. Namun, penting untuk dipahami bahwa fenomena ini adalah kejadian geologi alamiah, bukan tempat keramat atau sumber air bertuah.

Apa itu Sinkhole?
Sinkhole adalah lubang besar yang terbentuk akibat amblesnya permukaan tanah karena rongga di bawahnya runtuh. Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, sinkhole di Situjuah terjadi akibat erosi bawah tanah oleh aliran air yang mengikis lapisan tanah atau batuan lunak seperti batu gamping. Proses ini bisa berlangsung lama dan tidak terlihat dari permukaan, hingga akhirnya tanah di atasnya runtuh secara tiba-tiba.

Airnya Bening, Tapi Bukan untuk Diminum Sembarangan
Air yang keluar dari lubang memang tampak jernih dan kebiruan. Namun, menurut pengamatan Badan Geologi dan BRIN, warna tersebut bisa disebabkan oleh pantulan cahaya dan mineral tertentu di dalam tanah, bukan karena kandungan magis atau khasiat khusus.

Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota telah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi air tersebut sebelum ada hasil uji laboratorium resmi. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, juga menegaskan bahwa masyarakat harus bersikap rasional dan tidak menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat ritual atau sumber pengobatan alternatif.

Bukan Tempat Bertuah atau Sakral
Beberapa warga mulai mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis, bahkan menyebut airnya sebagai “obat” atau “air berkah.” Namun, para ahli menegaskan bahwa sinkhole adalah fenomena geologi biasa yang bisa terjadi di banyak tempat di dunia. Menyikapinya secara ilmiah sangat penting agar tidak terjebak dalam pemahaman yang menyesatkan atau bahkan berujung pada praktik syirik.

Langkah Pengamanan dan Edukasi
Pemerintah setempat bersama Polsek Situjuah telah memasang garis polisi dan tali pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah warga terlalu dekat dengan lubang. Tim Badan Geologi juga masih melakukan kajian lanjutan untuk memastikan stabilitas tanah di sekitar lokasi dan potensi risiko lainnya.

Pesan untuk Masyarakat
Fenomena alam seperti ini seharusnya menjadi momentum edukasi, bukan ajang spekulasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil air sembarangan, tidak menjadikan lokasi sebagai tempat ritual, dan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemerintah dan lembaga riset akan terus memberikan informasi resmi agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar.

Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com