Potret Abdullah Kamil berdampingan dengan Gedung yang menyandang namanya—warisan diplomasi Minangkabau kini berpadu dengan arah baru kebudayaan Sumbar.(Dok. Minakonews/AI).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS – Setelah sebelumnya Minakonews memberitakan peresmian kembali Gedung Abdullah Kamil pada 23 Januari 2026 oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, kali ini redaksi mengulas kembali sejarah tokoh Abdullah Kamil dan rencana pembangunan ulang gedung yang menyandang namanya sebagai pusat kebudayaan Minangkabau.
Sejarah Abdullah Kamil
Abdullah Kamil adalah diplomat senior asal Minangkabau yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk PBB (1979–1982) serta sejumlah negara sahabat. Namanya diabadikan sebagai simbol kontribusi Minangkabau dalam diplomasi internasional dan kebudayaan nasional. Gedung yang menyandang namanya dibangun sebagai wadah kebudayaan dan ruang pertemuan masyarakat, namun sempat vakum selama 16 tahun akibat gempa 2007 dan 2009.
Rencana Pembangunan Ulang
Gedung Abdullah Kamil kini diproyeksikan sebagai pusat kebudayaan berkelanjutan dengan fungsi:
– Ruang ekspresi seni dan budaya Minangkabau (musik, tari, teater, sastra).
– Forum diskusi akademik dan panel budaya, termasuk tema perdana Diplomasi Budaya Minangkabau.
– Pendidikan kebudayaan untuk generasi muda melalui workshop dan pelatihan.
– Diplomasi budaya internasional, menghubungkan peran Minangkabau dengan jejaring global.
Pengelolaan dilakukan secara kolaboratif oleh Kementerian Kebudayaan, Pemko Padang, Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, serta Yayasan Genta Budaya.
Signifikansi
Revitalisasi Gedung Abdullah Kamil bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan strategi kebudayaan untuk menghubungkan warisan diplomasi dengan kebutuhan masyarakat modern. Gedung ini diharapkan menjadi ikon kebudayaan Sumbar sekaligus ruang interaksi sosial yang memperkuat identitas lokal dan menarik wisatawan budaya.
Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com
