Indeks

HKTI Salurkan Bantuan Rp3,6 Miliar Untuk Sumatra

HKTI tegaskan komitmen bantu petani Sumatra, Rp3,6 miliar disalurkan untuk darurat dan pemulihan lahan.(Foto Dok. Ditjen PKH Kementan).

Jakarta (DKI). MINAKONEWS. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumbar. Bantuan senilai Rp2,4 miliar dilepas langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HKTI, di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Bantuan ini melengkapi tahap pertama senilai Rp1,2 miliar yang telah disalurkan sebelumnya. Total bantuan yang dihimpun HKTI hingga akhir tahun 2025 mencapai Rp3,6 miliar, terdiri dari bahan pangan, selimut, perlengkapan bayi, pembalut, dan kebutuhan harian lainnya.

“Seluruh bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan BNPB agar tepat sasaran. Tim HKTI juga ditugaskan di lapangan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan sektor pertanian. Berdasarkan data sementara, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak, dengan 15–20 ribu hektare mengalami puso.

“Untuk lahan puso, pemerintah akan melakukan pemulihan melalui program cetak sawah. Sawah yang rusak akan dikembalikan seperti semula, dengan dukungan penyediaan lahan, benih, serta alat dan sarana produksi pertanian,” jelasnya.

Program ini akan mulai didata dan dilaksanakan setelah Januari 2026, seiring proses pembersihan wilayah terdampak. Sementara itu, lahan yang hanya terendam atau terkendala akses tetap dipantau dan didukung sesuai kebutuhan.

Dari sisi peternakan, pemerintah juga telah mengidentifikasi ternak terdampak seperti ayam, sapi, dan kambing, yang akan ditangani melalui program pemulihan pascabencana.

Sudaryono menambahkan, besarnya bantuan yang terkumpul menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat. “Respons publik selalu cepat ketika terjadi musibah. Inilah modal sosial bangsa kita,” pungkasnya.

HKTI menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan dan pemulihan pertanian merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membantu masyarakat. Melalui gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, HKTI berharap bantuan ini mendorong kebangkitan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah terdampak.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com