PMI Kabupaten Pasaman dan PMI Kabupaten Pasaman Barat menandatangani Memorandum of Understanding (Foto:Ref)
Pasaman Barat (Sumbar), MINAKOWNES – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80, PMI Kabupaten Pasaman dan PMI Kabupaten Pasaman Barat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (6/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “#Tebarkan Kebaikan” dengan semangat Collabor’aksi for Humanity ini menjadi ajang memperkuat sinergi antarwilayah dalam aksi kemanusiaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pasaman Barat sekaligus Pelindung PMI Pasaman Barat H. Yulianto, Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Aristo Munandar, Ketua PMI Kabupaten Pasaman Sabar AS, anggota DPRD Pasaman dan DPRD Sumbar, Forkopimda, serta para relawan PMI dari berbagai daerah.
PMI Kabupaten Pasaman yang dipimpin Sabar AS menandatangani kerja sama strategis dengan PMI Pasaman Barat. MoU ini mencakup pelayanan donor darah dan penanganan kebencanaan di wilayah perbatasan kedua kabupaten.
Ketua PMI Pasaman Sabar AS menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen nyata PMI untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, efektif, dan menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
PMI tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci agar pelayanan kemanusiaan, khususnya penyediaan darah dan tanggap bencana, bisa berjalan lebih baik dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Sabar AS.
Sebagai sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, Sabar AS menekankan pentingnya kehadiran PMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana dan krisis kemanusiaan.
PMI harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan edukasi. Kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sabar AS juga mengajak seluruh pengurus dan relawan PMI untuk terus memperkuat semangat kepalangmerahan, menjaga integritas, dan bekerja dengan hati nurani.
Tugas di PMI bukan sekadar pengabdian, tetapi panggilan kemanusiaan. Nilai-nilai kepedulian dan solidaritas harus menjadi napas dalam setiap langkah kita,” ujar mantan Bupati Pasaman yang dikenal berkomitmen terhadap program sosial dan kemasyarakatan itu.
Melalui kepemimpinannya, PMI Pasaman bertekad untuk terus menebarkan kebaikan dan memperluas jangkauan pelayanan kemanusiaan di berbagai sektor, mulai dari penyediaan darah yang aman dan sehat, hingga penanganan bencana dan kesehatan sosial.(Red).
Penulis : Ref
Editor. : Red minakonews
