Tragedi Bukittinggi: Seorang ibu muda diduga mutilasi bayi kandungnya. Jasad ditemukan terpotong di Ngarai Sianok. Polisi selidiki motif dan kondisi psikologis pelaku. #Minakonews #Bukittinggi #TragediNgaraiSianok (Infografis: d®amlis/AI).
Bukittinggi (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM – Warga Bukittinggi digemparkan oleh penemuan jasad bayi perempuan dalam kondisi terpotong di kawasan wisata Ngarai Sianok, Sabtu pagi (25/10). Potongan tubuh ditemukan di tiga lokasi berbeda: kepala, tangan kiri, dan tubuh bagian bawah. Peristiwa ini langsung memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan warga sekitar, jasad pertama kali terlihat saat seekor anjing liar menggigit bagian tubuh bayi. “Kami kira itu boneka, ternyata potongan tubuh bayi. Langsung kami lapor polisi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Polresta Bukittinggi telah menangkap seorang perempuan berinisial Ica (21 tahun), yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut. Dalam pemeriksaan awal, Ica mengaku membuang bayinya dalam kondisi utuh. Namun, bukti di lapangan menunjukkan jasad bayi ditemukan dalam kondisi terpotong, sehingga polisi menduga kuat terjadi tindakan mutilasi.
Kapolresta Bukittinggi menyatakan bahwa kasus ini ditangani sebagai dugaan pembunuhan oleh ibu kandung. “Kami masih mendalami motif dan kronologi kejadian. Pelaku dalam kondisi syok dan belum memberikan keterangan yang konsisten,” ujar pihak kepolisian.
Di lokasi kejadian juga ditemukan ari-ari bayi, menandakan bahwa bayi baru saja dilahirkan sebelum dibuang. Kawasan Ngarai Sianok diketahui sebagai habitat anjing dan kera liar, namun pola luka pada jasad bayi lebih mengarah pada tindakan manusia daripada serangan hewan.
Kasus ini memunculkan keprihatinan mendalam dari masyarakat. Banyak pihak menyoroti pentingnya edukasi, dukungan mental, dan sistem perlindungan bagi perempuan muda yang rentan. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik statistik kriminal, ada realitas sosial yang perlu ditangani dengan empati dan sistem yang lebih kuat.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
