Indeks

Infobank Soroti Paceklik Kredit, Sektor Riil Lumpuh

Awal 2026, paceklik kredit bikin sektor riil lumpuh, angka pertumbuhan tak mencerminkan kondisi masyarakat.(Infografis: DV/AI).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Awal tahun 2026, Infobank menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai “tidak baik-baik saja”. Meski pertumbuhan ekonomi tercatat 5,05 persen pada 2025, konsumsi rumah tangga hanya naik 3,2 persen. Permintaan kredit tetap rendah, sementara likuiditas perbankan longgar.

Fenomena ini disebut sebagai “paceklik kredit di tengah hujan likuiditas”, tanda bahwa sektor riil bukan sekadar lesu, melainkan lumpuh.

Likuiditas perbankan yang meningkat 6,8 persen dari dana pihak ketiga (DPK) tidak terserap oleh sektor produktif. Kredit perbankan hanya tumbuh sekitar 9 persen yoy, jauh di bawah target 12–14 persen. Inflasi terkendali di 2,8 persen dan cadangan devisa mencapai USD 146 miliar, namun tidak cukup mendorong ekspansi usaha.

“Pertumbuhan lima koma hanya sekadar angka, tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi di masyarakat. Daya beli terus longsor, masyarakat sudah makan tabungan,” tulis Infobank dalam catatan awal tahun.

Infobank menilai rendahnya permintaan kredit adalah cermin lemahnya aktivitas sektor riil. Pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada angka makro, tetapi memperkuat sektor riil melalui insentif fiskal, reformasi struktural, dan pemulihan daya beli.

Penulis : Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com