Indeks

Israel–Iran di Titik Kritis, Dunia Waspada Perang Regional

Eskalasi konflik Israel–Iran capai titik kritis. Dunia waspada risiko perang regional dan dampak terhadap stabilitas energi global. (Ilustrasi: Minakonews/AI).

Jakarta, MINAKONEWS – Konflik antara Israel dan Iran pada Maret 2026 dilaporkan memasuki fase paling berbahaya. Serangan yang sebelumnya dilakukan melalui kelompok proksi kini berubah menjadi keterlibatan langsung militer kedua negara. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran global akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.

Israel melancarkan serangan udara ke fasilitas militer dan energi yang terkait dengan Iran, sementara Iran membalas dengan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel. Eskalasi ini disebut sebagai titik kritis karena tidak lagi terbatas pada operasi terbatas, melainkan konfrontasi terbuka antar militer resmi.

Sejumlah media internasional dan nasional, termasuk Investor.id, Kompas, Tirto, BeritaSatu, dan Liputan6, melaporkan dampak besar dari konflik ini. Ribuan korban jiwa telah jatuh sejak akhir Februari 2026, dengan serangan menyasar instalasi strategis termasuk ladang gas dan fasilitas energi di Teluk. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan PBB menyerukan de-eskalasi, sementara negara-negara Teluk meningkatkan kewaspadaan. Analis menilai jika eskalasi berlanjut, konflik dapat melibatkan negara lain di kawasan seperti Arab Saudi, Irak, dan Suriah, serta berdampak pada harga minyak global.

Dengan keterlibatan langsung militer Israel dan Iran, perang ini dinilai sebagai fase paling berbahaya dalam sejarah hubungan kedua negara. Dunia kini menunggu langkah diplomasi internasional untuk mencegah meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar.

Penulis: Wangkadon Dwitya/ Dur Mandala Putra
Editorb. : Red. Minakonews.com