Lima kota dunia terancam tenggelam pada 2100 akibat krisis iklim dan penurunan muka tanah.(Infografis: DV/AI).
Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS. Sejumlah kota besar dunia diprediksi terancam tenggelam atau bahkan lenyap pada 2100 akibat kombinasi kenaikan permukaan laut dan penurunan muka tanah.
Jakarta masuk dalam daftar dengan risiko ekstrem, mengalami penurunan tanah hingga 17 sentimeter per tahun akibat eksploitasi air tanah dan beban infrastruktur. Sekitar 40 persen wilayah ibu kota kini berada di bawah permukaan laut.
Ancaman serupa menghantui kota-kota pesisir lain seperti Lagos, Bangkok, dan Venesia, yang semakin sering dilanda banjir rob dan erosi garis pantai. Laporan World Economic Forum dan Earth Date menyebutkan bahwa permukaan laut global bisa naik hingga 1,8 meter pada akhir abad ini jika emisi karbon tidak ditekan.
Pemerintah Indonesia telah merespons dengan mempercepat pembangunan tanggul raksasa dan proyek pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Kementerian PUPR dan KLHK juga mendorong pengurangan eksploitasi air tanah dan peningkatan sistem drainase. Namun, para ahli menilai bahwa solusi teknis harus dibarengi dengan reformasi tata ruang dan edukasi publik tentang adaptasi iklim.
“Jakarta menghadapi krisis multidimensi. Bukan hanya soal banjir, tapi juga keberlanjutan ekonomi dan sosial jutaan penduduk,” ujar pakar geodesi dari ITB dalam laporan Filantra.
Penulis : Dinno Veoline/Wangkadon Dwitya
Editor. : Red Minakonews.com
