Petugas perkeretaapian mengevakuasi genangan di jalur rel usai hujan ekstrem, memastikan layanan transportasi tetap berjalan aman dan lancar.(Foto Dok. Kemenhub).
Batam (Kepri), MINAKONEWS – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, Kementerian Perhubungan meningkatkan kesiagaan di berbagai simpul transportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan penguatan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan serta kelancaran layanan transportasi di seluruh moda.
“Seluruh unit teknis di tingkat pusat dan daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan intensif pada titik-titik rawan banjir dan longsor, serta menyiagakan sumber daya manusia dan peralatan pendukung untuk respons cepat apabila terjadi gangguan operasional,” ujar Menhub Dudy di sela kunjungan kerja di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/1).
Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi cuaca ekstrem dipicu oleh bibit siklon tropis di selatan Indonesia dan aktifnya Monsun Asia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah termasuk Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Kemenhub menyiapkan langkah antisipatif di seluruh moda transportasi. Jalur darat dipantau untuk mengantisipasi genangan dan longsor, jalur laut diwaspadai terhadap gelombang tinggi, sementara moda udara dan kereta api disiapkan menghadapi potensi penundaan akibat cuaca buruk. Koordinasi dilakukan bersama BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran distribusi logistik.
Dengan kesiagaan ini, Kemenhub berharap masyarakat tetap waspada dan menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi lapangan, sambil terus memantau informasi resmi dari BMKG dan otoritas transportasi.
Penulis: Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com
