Indeks

Kemenparekraf Promosikan Indonesia sebagai Destinasi Wisata Edukasi ke Wisatawan Australia

Belajar membatik langsung di desa wisata Indonesia hadir sebagai ruang belajar budaya yang hidup dan inspiratif (Dok. Kementerian Pariwisata).

Jakarta (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperluas promosi pariwisata Indonesia dengan menargetkan segmen wisata edukasi di pasar Australia. Melalui kegiatan bertajuk _Indonesia Edu-Tourism Roadshow 2025_, delegasi Indonesia mengunjungi institusi pendidikan dan travel operator di Sydney dan Melbourne untuk memperkenalkan potensi wisata berbasis pembelajaran dari berbagai daerah di Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa wisata edukasi menjadi tren global yang diminati oleh pelajar, mahasiswa, dan keluarga. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya, alam, dan warisan sejarah yang sangat cocok untuk dijadikan destinasi pembelajaran lintas disiplin.

Program ini menampilkan berbagai paket wisata edukasi seperti belajar batik dan kerajinan tradisional di Yogyakarta, ekowisata dan konservasi laut di Raja Ampat, wisata sejarah dan arkeologi di Trowulan dan Borobudur, serta studi budaya dan bahasa di Bali dan Lombok.

Kemenparekraf juga menggandeng Politeknik Pariwisata, komunitas edukasi, dan pelaku industri untuk menyusun kurikulum wisata edukatif yang sesuai dengan standar internasional. Selain itu, kerja sama dengan agen perjalanan Australia difokuskan pada integrasi program wisata edukasi ke dalam paket liburan sekolah dan program pertukaran pelajar.

Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, turut mendukung inisiatif ini dan menyatakan bahwa promosi wisata edukasi dapat memperkuat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Australia. Ia menambahkan bahwa generasi muda Australia perlu mengenal Indonesia bukan hanya sebagai tempat liburan, tetapi juga sebagai ruang belajar yang kaya dan inspiratif.

Pengamat pariwisata dari Universitas Udayana, Dr. I Gusti Ayu Raka, menilai bahwa pendekatan wisata edukasi merupakan strategi jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara. Menurutnya, wisata edukasi mampu menciptakan dampak sosial dan budaya yang lebih mendalam dibandingkan wisata konvensional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk pariwisata Indonesia, sekaligus mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara yang lebih berkualitas dan berdampak jangka panjang.

Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com