Indeks

Kepsek SMAN 1 Cimarga Diduga Tampar Siswa, Ratusan Murid Mogok Belajar

Gerbang SMAN 1 Cimarga jadi titik protes ratusan siswa yang menuntut pencopotan kepala sekolah usai dugaan kekerasan terhadap salah satu murid (Potret Digital: 44d1n0/AI).

Lebak (Banten). MINAKONEWS.COM – Ratusan siswa SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok belajar sejak Senin (13/10/2025) sebagai bentuk protes terhadap Kepala Sekolah Dini Fitria yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap siswa berinisial ILP (17). Aksi ini dipicu oleh insiden pada Jumat sebelumnya, saat ILP ditampar dan ditendang karena ketahuan merokok di lingkungan sekolah.

Spanduk bertuliskan “Kami tidak akan sekolah sebelum Kepsek dilengserkan” terbentang di gerbang sekolah. Para siswa juga menyerahkan dokumen tuntutan kepada pihak berwenang, menuntut pencopotan kepala sekolah. Aksi ini diikuti oleh lebih dari 600 siswa dan mendapat dukungan dari sejumlah wali murid.

Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak, Ipda Limbong, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban dan tengah melakukan penyelidikan. Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Banten telah menurunkan tim investigasi untuk mengevaluasi kepemimpinan Dini Fitria.

Menurut informasi yang beredar di kalangan orang tua siswa, ini bukan kali pertama Dini Fitria terlibat dalam tindakan yang dinilai melampaui batas. Beberapa wali murid menyebut adanya pola pembinaan yang keras dan tidak transparan sejak awal masa jabatannya. Hal ini diyakini menjadi pemicu keberanian kolektif siswa dan wali murid untuk menyuarakan ketidakpuasan secara terbuka.

Dalam klarifikasinya kepada media lokal, Dini Fitria membantah melakukan kekerasan dan menyebut tindakannya sebagai bagian dari pembinaan karakter. Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi lebih luas di media sosial, dengan banyak pihak menilai bahwa kekerasan fisik tidak dapat dibenarkan dalam konteks pendidikan.

Situasi di SMAN 1 Cimarga hingga kini masih belum kondusif. Aktivitas belajar mengajar lumpuh, dan pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah penyelesaian. Kasus ini menjadi sorotan publik dan membuka kembali diskusi tentang batasan disiplin, perlindungan siswa, serta akuntabilitas kepemimpinan di sekolah negeri.

Penulis: 44d1n0
Editor. : Red. Minakonews.com