Indeks

Kolaborasi Mahasiswa Jepang–Indonesia Olah Limbah Jadi Energi

Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 7–12 Agustus 2025 sebuah kolaborasi internasional antara Fukuoka Institute of Technology (FIT), Jepang, dan Politeknik Negeri Padang (PNP), Indonesia, menghadirkan program _Global Project-Based Learning Workshop for Electrical Engineers 2025_. Program ini mempertemukan mahasiswa dari kedua negara untuk mengembangkan teknologi energi alternatif berbasis limbah industri.

Selama empat hari, para peserta melakukan kerja kelompok dalam bahasa Inggris, menyelidiki industri lokal, dan melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan limbah. Limbah tersebut diolah menjadi *material karbon aktif*, yang kemudian digunakan untuk membuat *superkapasitor dan baterai udara*. Semua proses dilakukan langsung di laboratorium Departemen Teknik Mesin PNP, dan ditutup dengan presentasi hasil proyek dalam bahasa Inggris.

Dipimpin Dua Akademisi Visioner

Program ini dibimbing oleh dua tokoh akademik lintas negara yang memiliki rekam jejak luar biasa di bidang teknik dan lingkungan.

Prof. Dr. Daisuke Tashima, profesor tetap di Departemen Teknik Elektro FIT, Jepang, meraih gelar doktor teknik dari University of Miyazaki pada 2007. Ia dikenal atas risetnya dalam pengembangan superkapasitor, baterai magnesium-udara, dan pemanfaatan limbah biomassa sebagai material elektroda. Kolaborasi internasional dan publikasi ilmiahnya telah menjangkau berbagai negara, termasuk Kanada dan Malaysia.

Sementara itu, dari Indonesia hadir *Prof. Dr. Yuli Yetri, M.Si*, guru besar pertama di lingkungan Politeknik Negeri Padang dan politeknik se-Sumatera. Ia meraih gelar doktor kimia material dari Universitas Andalas pada 2015, dan telah memimpin puluhan riset serta memperoleh lebih dari 10 paten nasional. Fokus risetnya mencakup teknologi energi ramah lingkungan, korosi, dan pemanfaatan limbah kakao sebagai bahan elektroda.

Pendidikan Teknik yang Berdampak Nyata

Workshop ini menjadi bukti bahwa pendidikan teknik tak hanya soal teori, tapi juga aksi nyata untuk menjawab tantangan global. Dengan pendekatan berbasis proyek dan kolaborasi internasional, mahasiswa belajar langsung bagaimana teknologi bisa menjadi solusi keberlanjutan.

Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tapi juga mampu menggunakannya untuk menjawab masalah nyata di masyarakat,” ujar Prof. Yuli Yetri dalam sesi penutupan (FA).

Penulis. : FA

Editor. : Red minakonews