Pasaman (Sumbar), minakonews.com_Kondisi Nagari Malampah, Tujuh Hari Pasca Gempa.
Tujuh hari berlalu pasca gempa Magnitudo 6,2, yang berpusat di pasaman barat ini telah menelan banyak korban. Baik korban luka, maupun meninggal dunia.
Sementara warga yang selamat pun harus tinggal di tenda tenda pengungsian, karena rumah yang sebelumnya mereka tempati telah hancur lebur akibat dahsyat nya gempa bumi yang mengguncang kampung halaman mereka.
Di tenda pengungsian istirahat mereka pun kerab di kejutkan oleh goncangan gempa susulan. Hal ini senada dengan yang di sampaikan uni Anis warga Malampah,”Gempa gempa kecil ini hampir terjadi setiap hari pasca gempa besar itu dan kadang dalam sehari, guncangan nya sampai dua tiga kali, ungkapnya.
Walau kami tinggal di dalam tenda kadang kami berhamburan keluar saat gempa datang lagi, walau gempa susulan itu hanya gempa-gempa kecil, tapi kami merasa sangat takut, karna masih trauma” tutur Uni Anis lebih lanjut Kamis (3/03).
Sementara itu Bantuan kemanusian tampak terus berdatangan dari berbagai instansi baik pemerintahan, partai, organisasi, maupun para dermawan dari dalam dan luar wilayah kabupaten Pasaman.
Ikatan RX Qing Ranah minang salah satu nya, mereka datang dari bukittinggi membawakan sembako untuk para korban bencana di malampah,
“Ini kami lakukan sebagai tanda kemanusiaan dan peduli sesama, ungkap ketua organisasi tersebut.
Di tempat lain juga tampak para relawan dari berbagai organisasi Bekerja sama dalam membantu para korban bencana.
Sebagian ada yang berperan mengatur lalu lintas kendaraan yang ramai keluar masuk ke Nagari Malampah untuk memberikan bantuan kemanusiaan. (Rf).
