Ilustrasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026, dengan latar ledakan, rudal, dan bendera negara yang terlibat.(Ilustrasi: Minakonews/AI).
Teheran (Iran). MINAKONEWS.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran terus meningkat sejak 28 Februari 2026. Hingga hari kelima, jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 1.000 jiwa, dengan ratusan di antaranya merupakan warga sipil. Serangan rudal dan balasan militer membuat situasi di Timur Tengah semakin genting dan memicu kekhawatiran global.
NATO disebut ikut terlibat dalam mendukung operasi militer AS dan Israel. Jalur perdagangan internasional mulai terganggu, terutama di kawasan Teluk Persia. Harga minyak dunia melonjak hingga 12 persen dalam sepekan terakhir akibat ketidakpastian pasokan dan risiko gangguan logistik.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menyiapkan skema evakuasi bagi WNI yang berada di Teheran dan sekitarnya. Sementara itu, sejumlah negara mulai mengeluarkan peringatan perjalanan dan memperkuat pengamanan di kedutaan masing-masing.
Eskalasi ini terjadi di tengah proses suksesi kepemimpinan Iran setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Beberapa nama calon pengganti mulai mencuat, namun belum ada keputusan resmi dari Dewan Ahli Iran. Ketidakpastian politik di dalam negeri Iran turut memperkeruh situasi regional.
Penulis: Wangkadon Dwitya/Dur Mandala Putra
Editor. : Red. Minakonews.com
