Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, memimpin distribusi air bersih selama krisis kekeringan.(Foto Dok. BPBD).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS – Pemerintah Kota Padang menggelar Rapat Koordinasi Darurat Penanganan Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Gedung Putih, Rumah Dinas Wali Kota, Senin (26/1/2026). Rapat dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, didampingi Pj Sekda Raju Minropa, Asisten I Tarmizi Ismail, Asisten II Didi Aryadi, serta sejumlah Kepala OPD, Camat, dan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang.
Fadly Amran menjelaskan bahwa kondisi kekeringan saat ini merupakan dampak lanjutan dari gangguan sumber air di Gunung Nago dan Sungai Batang Kuranji. Wilayah terdampak paling signifikan meliputi Kecamatan Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.
“Kekeringan dikarenakan gangguan sumber air di Gunung Nago dan Sungai Batang Kuranji,” jelas wali kota.
Ia menekankan pentingnya akurasi data dan kepastian jadwal distribusi air kepada masyarakat. Untuk menghindari tumpang tindih, seluruh armada pengangkut air bersih kini berada di bawah satu komando.
“Mulai saat ini pengangkutan air satu komando,” tegas Fadly Amran.
Pelayanan air bersih dikomandoi Kalaksa BPBD, Hendri Zulviton. Sebanyak 13 unit armada milik BPBD, Damkar, PU Balai, dan PMI dikerahkan setiap hari dengan rata-rata 30 kali ritase. Setiap armada menyuplai lebih dari 100 kubik air per hari untuk warga terdampak, di luar pelanggan tetap PDAM.
Sementara itu, Dinas Perkim tengah memvalidasi rencana pembangunan sumur bor di 212 titik guna memastikan status lahan.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang menyebutkan nihil hujan dalam sepekan ke depan, Pemko Padang menyiapkan langkah strategis. Di antaranya penggunaan pompa kapasitas 250–300 liter/detik di Irigasi Gunung Nago, pemasangan pipa permanen untuk menekan biaya BBM, serta pembukaan jalur pipa Lambung Bukit untuk mengisi Hidran Umum secara langsung.
“Jika kondisi memburuk, kita akan berkoordinasi dengan Gubernur untuk pengajuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” kata wali kota.
Fadly Amran menargetkan krisis air di empat kecamatan utama dapat mereda sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
