Indeks

Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Hasilkan Capaian Strategis di Investasi, Maritim dan Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan diplomatik di Inggris, memperkuat kerja sama strategis di bidang investasi, maritim, dan pendidikan tinggi.(Foto Dok. Setpres).

London (Inggris). MINAKONEWS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan kunjungan kerja ke Inggris pada 19–21 Januari 2026 dengan membawa sejumlah capaian konkret yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional. Kunjungan ini menandai penguatan diplomasi ekonomi Indonesia yang berakar pada kemandirian, produktivitas, dan kemitraan strategis.

Dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prabowo menyepakati peluang investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Investasi ini mencakup sektor strategis seperti energi bersih, ekonomi digital, dan infrastruktur. Di bidang maritim, kerja sama diperluas melalui pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 600 ribu orang.

Presiden juga melakukan pertemuan dengan CEO Babcock untuk memperkuat kemitraan industri maritim, termasuk pengembangan teknologi kapal dan pelatihan tenaga kerja lokal. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar kedaulatan maritim Indonesia.

Di sektor pendidikan, Presiden Prabowo berdialog dengan 24 profesor dari universitas terkemuka Inggris Raya. Fokus pembahasan mencakup pendirian 10 kampus baru di Indonesia melalui skema universitas Inggris, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, pertukaran dosen, serta peningkatan peringkat universitas Indonesia melalui kolaborasi dengan Russell Group.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa kunjungan ini bukan hanya menghasilkan angka, tetapi juga arah baru pembangunan nasional yang berbasis pada kemitraan strategis dan penguatan sumber daya manusia. “Diplomasi ekonomi Presiden Prabowo menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan,” ujarnya.

Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Inggris, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing SDM, serta memperkokoh posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Penulis: Wangkadon Dwitya
Editor. : Red. Minakonews.com