Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd. menandatangani MoA disaksikan oleh Kepala DLH Kota Padang, Kepala LPPM Unes, dan pimpinan lainnya, Rabu (29/10) di Auditorium Universitas Ekasakti (Foto Dok. Humas).
Padang (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Universitas Ekasakti (Unes) menjadi tuan rumah peluncuran program Padang Rancak Award 2025 yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoA dan IA antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang dengan LPPM Unes, 20 Program Studi di lingkungan Unes, serta 1 Program Studi dari Akademi Akuntansi Indonesia (AAI), Rabu (29/10) di Auditorium Unes.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta, S.T., M.T., Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., Direktur AAI Desmiwerita, S.E., M.Si., CATr, dan Ketua Prodi Akuntansi AAI Dr. Yuli Ardiany, S.D.E., M.Si., CATr.
Acara ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Prodi, Sekretaris YPTP, serta lebih dari 300 mahasiswa Unes dan AAI.
Rektor Unes dalam sambutannya menyampaikan bahwa Padang Rancak Award bukan sekadar penghargaan, melainkan gerakan moral untuk mendorong lahirnya karya terbaik dari akademisi, pelaku UMKM, pegiat digital, generasi muda, hingga komunitas sosial.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kota Padang dalam membangun ekosistem inovasi dan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Sebagai perguruan tinggi, Unes merasa bangga menjadi kolaborator dalam program ini.
Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tiga peran strategis, yaitu melahirkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter, menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat, serta melaksanakan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.
Ia melihat Padang Rancak Award sebagai peluang besar untuk memperluas kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam mempercepat transformasi Kota Padang menuju smart city yang religius, berkelanjutan, dan adaptif terhadap teknologi global.
Rektor juga berharap penghargaan ini tidak hanya memberikan apresiasi kepada para inovator, tetapi juga membangkitkan semangat kompetisi yang sehat dan menjadi teladan bagi generasi muda.
Menurutnya, tantangan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin besar seiring pertumbuhan kota.
Oleh karena itu, Padang Rancak Award dirancang sebagai ajang penghargaan dan kompetisi yang menumbuhkan semangat bersih lingkungan dari tingkat RT, RW, Kelurahan, hingga Kecamatan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari riset dosen dan peneliti LPPM Unes mengenai perilaku kebersihan dan tata kelola lingkungan di Kota Padang.
Temuan riset menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat dapat tumbuh kuat melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dari sinilah muncul gagasan menjadikan riset sebagai gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program ini melibatkan 3.456 RT di 11 Kecamatan dan 104 Kelurahan di Kota Padang, dengan dukungan 300 mahasiswa Unes sebagai duta lingkungan dan pendamping lapangan.
Program ini memiliki dua tujuan utama: membangun budaya bersih dan menjaga ruang publik yang sehat dari tingkat rumah tangga hingga komunitas RT, serta mengembangkan model implementasi riset berbasis masyarakat yang dapat diukur dampaknya secara ilmiah.
Rektor menegaskan bahwa Padang Rancak Award bukan sekadar lomba kebersihan tingkat RT, melainkan pilot project berbasis hasil penelitian yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan lingkungan bagi Pemerintah Kota Padang dan model pengabdian berkelanjutan bagi perguruan tinggi.
Ia berharap program ini melahirkan model pengelolaan lingkungan partisipatif khas Kota Padang yang bisa direplikasi di daerah lain.
Kepala LPPM Unes Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program DLH Kota Padang dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan implementasi dari konsep Kampus Berdampak di lingkungan Unes.
Sebanyak 300 mahasiswa volunteer diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi 3.456 RT, menjadikan program ini sebagai salah satu implementasi riset terbesar yang melibatkan kampus dan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, LPPM Unes juga menyerahkan dua Hak Cipta kepada DLH Kota Padang, yaitu Sistem Informasi Padang Rancak Award dan Buku Panduan Teknis Lomba Kebersihan dan Keindahan Lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan logistik, dilakukan pula pembukaan rekening bagi 300 mahasiswa relawan di Bank Nagari.
Penandatanganan MoA dan IA antara LPPM Unes, DLH Kota Padang, serta 21 Program Studi menjadi landasan formal pelaksanaan program ini.
Rektor Unes menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan sosial, dan kampus hadir bukan hanya sebagai menara gading, tetapi sebagai mitra nyata dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.
Penulis: Humas/d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
