Oleh: Sts.Dt.Rajo lndo, S.H, M.H (6)
Akan memperpanjang rantai kemerosotan harkat dan martabat Panghulu Adat kah acara ini atau akan mengembalikan seutuhnya harkat dan martabat serta harga diri Panghulu Adat atau sekaligus akan mengembalikan kesaktian Panghulu Adat di Nagari Gurun.
Jika tidak akan memperpanjang rantai kemerosotan rantai kemerosotan harkat dan martabat Panghulu Adat di Nagari Gurun. Tetapi acara ini dalam upaya me ngembalikan kesaktian Panghulu Adat di Nagari Gurun. Maka penggerak acara “Batagak” Panghulu Adat ini tentunya tidak akan meniadakan ketentuan adat nan “Sa batangpanjang” dalam acara yang akan menjadi sejarah ini.
Sebab menurut adat nan “Sabatangpan jang”. Setiap acara Pangukuhan Panghulu Adat ada 7 item yang wajib dilaksanakan di Balerong Adat. 1.Penakaran tentang panjang pendekanya jangkauan pemikiran dari calon Panghulu Adat itu oleh Bundo kanduong yakni Bundokanduong minta tolong jelaskan “Nan babatang sagadang pinjaik, babuah sagadang mumbang, masak pagi diambiek kapatang, dimakan ciek indak abih, dimakan duo indak sadang. II.Calon menjawab pertanyaan cadiak pandai tentang apa adat itu. III.Calon Panghulu Adat itu menjelaskan pertanyaan dari Datuok Pucuak bagi yang memakai kelarasan Kotopiliang dan bagi kelarasan Bodica niago nan batanyo datuok Tuo yang pertanyaannya sama, apa isi adat itu.
Kalau tidak tuntas terjawabannya oleh calon Panghulu Adat itu. dengan cara halus penanya mengatakan, tambah dan perdalam ilmu adat dulu agak 6 (enam) bulan lagi kita bertemu kembali. Jika dijawab oleh calon Panghulu Adat itu penanya membawa jawabannya itu kepada hadirin sambil bertanya dengan ucapan “Datuok- Datuok, Bapak-bapak, Bundo kanduong dan hadirin kasadonyo “Ala batuo jawab dari calon Panghulu Adat kito ko”.
Kalau jawabanyo “Alah”. Mangko acara dilanjutkan kepada Ketua kerapatan Adat Nagari (KAN) untuk melanjutkan seksi berikutnya pertama diawalinya dengan mu kadimah “Rupo manunjuakan harago, kurena manunjuakan laku – Nan lahie tampak dek mato, nan batin tasimpan di dalam itu”.
Sesudah itu Ketua KAN menjelaskan arti makna tujuan serta maksud 3 dari 9 macam pakaian Panghulu Adat itu. Berikutnya Ketua KAN menuntun calon Panghulu Adat itu mengucapkan janji nan 4 baris. Selanjutnya Ketua KAN menuntun calon Panghulu Adat itu mengucapkan sumpah nan 7 baris yang diawali Huallohu, Billahi, Tallahi. Terakhir Ketua KAN membacakan do’a yang Agung.
Akhirnya Ketua KAN sesudah melakukan ucapan Pati Ambalau yang syakral itu menutup dengan ucapan “Syari’at pandangan nyato, hakikat lurahnyo dalam – himpunkan adat jo agamo, sehat rohani lua jo dalam. Bila Ketua KAN tidak berani melakukan ini boleh diwakilkan kepada fungsionaris adat. Tetapi bilo talampau dek manjuluok indak akan sampai dek kaitan.
Akan tetapi jika akan memperpanjang rantai kemerosotan harkat dan martabat serta harga diri Panghulu Adat. Cukup acara ini dengan adat salingka Nagari sajo. Tidak perlu diaplikasikan ketentuan adat nan sabatang panjang nan digariskan arsitektur adat Dt.Katumangguangan jo Dt.Prapatieh Sabatang, do (bersambung).
Penulis : Sts
Editor. : Red minakonews
