Sinergi pusat-daerah ditegaskan Mendagri: rehabilitasi pascabencana Sumbar harus cepat, tepat, dan terkoordinasi (Foto Dok. MCK).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat hanya bisa tercapai melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) khusus yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, baru-baru ini dan dihadiri oleh kepala daerah dari 16 kabupaten/kota terdampak, termasuk Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Dalam arahannya, Mendagri menyebut bahwa pemulihan harus dimulai dari pemetaan masalah yang akurat. “We have to start from the problem. Kita harus lihat dari peta. Makin akurat permasalahan, akan makin baik kita membuat strategi untuk menangani itu,” ujarnya.
Ia juga meminta agar setiap kepala daerah menyampaikan detail titik kerusakan dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana), agar kementerian teknis seperti PUPR, Kesehatan, dan lainnya dapat segera menindaklanjuti. Tito menyebut bahwa 16 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar terdampak bencana, namun berdasarkan pemantauan melalui dasbor kebencanaan, roda pemerintahan daerah secara umum telah kembali berjalan.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi terkini di wilayahnya, termasuk progres pemulihan infrastruktur ringan dan pendataan warga terdampak. Ia juga menekankan perlunya dukungan anggaran dan teknis dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan hunian sementara dan tetap.
Hingga pertengahan Januari 2026, proses verifikasi kerusakan dan penyusunan dokumen R3P masih berlangsung di sejumlah daerah terdampak. Pemerintah pusat menargetkan agar seluruh data dapat segera dihimpun agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Penulisn : Dur Mandala
Editor. : Red. Minakonews.com
