Suasana jelang konferensi pers di Cilincing, Jakarta Utara (6/11), sesaat sebelum Menkeu Purbaya meninggalkan lokasi untuk memenuhi panggilan kenegaraan (Dok.Ist).
Jakarta Utara (DKI Jakarta). MINAKONEWS.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat hadir di lokasi konferensi pers gabungan di Buffer Area MTI NPCT 1, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (6/11), namun meninggalkan area sebelum acara dimulai karena mendapat panggilan mendadak dari Istana Negara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap melanjutkan agenda dan mengungkap kasus ekspor ilegal produk turunan CPO oleh PT MMS.
Barang yang diekspor berupa fatty matter sebanyak 1.802 ton dalam 87 kontainer, dengan nilai muatan mencapai Rp28,7 miliar. Dokumen ekspor menyatakan barang tidak dikenai bea keluar (BK), padahal seharusnya wajib BK. Kapolri menyebut, lonjakan ekspor fatty matter hingga 278 persen dibanding tahun lalu memicu investigasi mendalam oleh Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara Polri.
Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menjelaskan bahwa klasifikasi barang tidak sesuai sehingga berpotensi merugikan negara. “Barang dikategorikan tidak kena BK, padahal seharusnya dikenakan. Ini pelanggaran prosedur ekspor yang serius,” ujarnya.
Konferensi pers digelar bersama Satgassus Polri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Menkeu Purbaya dijadwalkkan menghadiri rapat strategis bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, membahas stabilitas politik dan penguatan investasi nasional.
Satgassus menegaskan komitmennya untuk mengawal penerimaan negara dan mencegah kebocoran fiskal melalui sinergi lintas kementerian. Kasus ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum dan reformasi fiskal yang lebih transparan.
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
