Dulu berdiri diam di lampu merah, kini melangkah di runway. Michael Octavian, anak Pasar Baru yang menolak tunduk pada nasib (Dok. Ist. Minakonews).
Jakarta. MINAKONEWS.COM –
Di bawah langit Jakarta yang panas dan penuh debu, seorang remaja berdiri diam di perempatan Pasar Baru. Tubuhnya dilumuri cat perak, wajahnya nyaris tak berekspresi. Ia bukan patung, tapi manusia. Namanya Michael Octavian. Dulu, ia dikenal sebagai manusia silver. Kini, ia melangkah di atas runway, menjadi model profesional yang diperhitungkan.
Michael bukan sekadar kisah viral. Ia adalah potret ketangguhan anak muda yang menolak menyerah pada nasib. Lahir sekitar tahun 2008 dan besar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Mike tumbuh dalam keluarga sederhana. Ia sempat putus sekolah dan hidup mandiri sejak usia belasan. Untuk bertahan hidup, ia melakoni profesi manusia silver sejak 2023, berdiri berjam-jam di bawah terik matahari demi recehan.
Namun hidupnya berubah drastis pada pertengahan 2024. Saat itu, ia ditemukan oleh Yogi Ang, pemilik Captain Barbershop, yang melihat potensi besar dalam dirinya. Mike lalu diperkenalkan ke dunia fashion dan bergabung dengan agensi Humann Management pada 10 Juli 2024. Sejak itu, wajahnya mulai menghiasi kampanye busana pria, termasuk untuk label Signore. Ia juga tampil di berbagai sesi pemotretan dan panggung mode.
“Dulu saya berdiri diam agar diperhatikan. Sekarang saya melangkah agar didengar,” ujar Mike dalam sebuah wawancara.
Mike dikenal memiliki darah Belanda dari pihak kakeknya. Wajahnya yang khas dan postur tubuhnya yang tegap membuatnya cepat dilirik industri fashion. Namun lebih dari itu, yang membuatnya istimewa adalah kisah hidupnya—jujur, keras, dan penuh keberanian.
Kini, Michael Octavian bukan lagi manusia silver. Ia adalah simbol harapan. Bahwa siapa pun, dari latar apa pun, bisa bermetamorfosis jika diberi ruang dan kesempatan. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk tampil beda bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Redaksi Minakonews
