Morgan Oey dalam sesi pemotretan terdahulu, sebelum perannya sebagai Edwin di FF Tempo 2026 mencuri perhatian publik.(Dok. Ist.).
Jakarta. MINAKONEWS – Morgan Oey terpilih sebagai Aktor Utama Terbaik dalam ajang Festival Film Tempo (FF Tempo) 2026 yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Senin (26/1/2026). Penghargaan ini diberikan atas perannya sebagai Edwin, seorang guru pengganti di Sekolah Bukit Duri.
Dalam film tersebut, Edwin digambarkan menghadapi diskriminasi rasial karena latar belakangnya sebagai peranakan Tionghoa. Meski demikian, ia tetap berjuang menegakkan martabat profesi guru dan menyoroti kesejahteraan guru honorer yang kehidupannya kerap terabaikan.
Morgan Oey menuturkan bahwa peran Edwin bukan sekadar karakter, melainkan refleksi nyata dari kondisi sosial di Indonesia. “Film ini mengingatkan kita bahwa perjuangan guru honorer adalah perjuangan untuk masa depan pendidikan bangsa,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Data menunjukkan jumlah guru honorer di Indonesia mencapai ±1,6 juta orang dengan rata-rata honor hanya Rp 300 ribu–Rp 1 juta per bulan, jauh di bawah UMR. Kondisi ini membuat isu kesejahteraan guru honorer menjadi relevan dengan pesan film yang diperankan Morgan Oey.
Festival Film Tempo 2026 sendiri menampilkan ±150 film produksi nasional, dengan tema besar “Film sebagai Cermin Keadilan Sosial.” Pemilihan Morgan Oey sebagai aktor utama terbaik dinilai tepat karena perannya menyuarakan aspirasi kelompok terpinggirkan.
Hakikat penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kualitas akting, tetapi juga penguatan pesan bahwa dunia perfilman dapat menjadi medium advokasi bagi kelompok yang terabaikan. Melalui sosok Edwin, Morgan Oey berhasil menyuarakan aspirasi guru honorer sekaligus menantang stereotip diskriminasi rasial.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
