Indeks

Mulyadi Usulkan Yota Balad Pimpin DMI Kota Pariaman

Musda II DMI Kota Pariaman, sinergi umat dan pemerintah untuk memakmurkan masjid dan membangun peradaban! (Foto Dok. MCK).

Pariaman (Sumbar). MINAKONEWS. Untuk memperkuat peran strategis masjid dalam pembangunan umat dan sosial kemasyarakatan, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pariaman menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Aula Balaikota Pariaman, baru-baru ini. Musda ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan program kerja DMI Kota Pariaman ke depan.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Caretaker DMI Kota Pariaman, secara resmi mengusulkan Wali Kota Pariaman Yota Balad sebagai Ketua DMI Kota Pariaman untuk periode mendatang. Usulan ini disampaikan dalam laporan pertanggungjawabannya di hadapan peserta Musda.

Mulyadi sebelumnya ditunjuk sebagai Ketua Caretaker oleh Ketua Pimpinan Wilayah DMI Sumatera Barat, Ganefri, pada Desember 2025. Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan DMI yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Hakikat dari usulan ini adalah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan institusi keumatan, dengan menjadikan masjid sebagai episentrum pembangunan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat. Dengan menempatkan kepala daerah sebagai Ketua DMI, diharapkan terjadi integrasi kebijakan yang lebih kuat antara program keagamaan dan pembangunan daerah.

Musda II DMI Kota Pariaman dihadiri oleh Ketua PW DMI Sumbar Ganefri, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman Rinalfi, Kepala Kementerian Haji Kota Pariaman Syaiful Azmi, serta unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, dan pengurus DMI kecamatan se-Kota Pariaman.

Ganefri dalam arahannya menyambut baik usulan tersebut dan menekankan pentingnya revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Ia juga mendorong DMI Kota Pariaman untuk menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi umat berbasis masjid, termasuk pengelolaan zakat, wakaf, dan kegiatan sosial lainnya.

Dengan usulan ini, Kota Pariaman menegaskan komitmennya untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat yang inklusif, produktif, dan berdaya saing.

Penulis: Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews