Siswa SD Alam Unggul antusias menelusuri arsip sejarah Kota Padang, belajar langsung dari dokumen otentik dan foto tempo dulu.(Foto Dok. Diskominfo).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS. Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang menjadi ruang belajar alternatif yang hidup bagi generasi muda, saat menerima kunjungan edukatif dari SD Alam Unggul Tahfizh Raudhatul Ilmi Padang Pariaman, baru-baru ini. Sebanyak 98 siswa kelas III dan IV didampingi 8 guru pendamping tampak antusias menelusuri jejak sejarah ibu kota Sumatera Barat.
Kunjungan ini tidak sekadar wisata edukasi, tetapi merupakan bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejarah dan pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa sejak usia dini. Para siswa diajak menyaksikan langsung koleksi foto-foto tempo dulu, dokumen bersejarah, hingga narasi perkembangan Kota Padang dari masa ke masa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang, Heriza Syafani, menyambut baik inisiatif sekolah yang membawa peserta didiknya belajar langsung di luar kelas. Ia menekankan bahwa museum dan galeri arsip bukan sekadar tempat menyimpan dokumen, tetapi jendela untuk memahami identitas dan perjalanan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Mengenalkan arsip dan sejarah kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar adalah langkah strategis. Kita ingin mereka memahami bahwa arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama, melainkan bukti otentik perjalanan bangsa yang harus dijaga,” ujar Heriza.
Ia juga menambahkan bahwa Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang dirancang sebagai destinasi wisata edukasi yang inklusif dan menarik bagi semua kalangan. “Kegiatan berjalan dengan lancar dan kami melihat respon yang sangat positif dari para siswa maupun guru. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya literasi sejarah bagi mereka,” pungkasnya.
Pihak sekolah berharap kunjungan ini mampu memperluas wawasan siswa di luar buku teks, serta menjadi sarana rekreasi yang tetap sarat nilai edukatif. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan institusi kearsipan dalam membangun generasi yang melek sejarah dan peduli terhadap warisan dokumenter bangsa.
Penulis : Halimah Tusa’diah
Editor. : Red. Minakonews.com
