Padang (Sumbar), MINAKONEWS.COM – 3–4 Agustus 2025 – Kota Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri kreatif lokal melalui gelaran Padang Fashion Summit 2025, yang berlangsung selama dua hari di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-356, sekaligus wadah bagi desainer muda dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Warisan Budaya dalam Balutan Fashion.
Mengusung tema Mystical Sako: Warisan Budaya Nan Batuah, Padang Fashion Summit menghadirkan nuansa Minangkabau dalam berbagai bentuk busana, baik tradisional maupun modern. UMKM seperti Ayesha Collection dan Kala Svarna tampil memukau dengan batik khas Minangkabau yang dibuat secara manual, menggunakan pewarna alami dan motif yang sarat makna budaya.
Sarjuni Rizka Putri dari Ayesha Collection menjelaskan bahwa proses pembuatan batik tulis bisa memakan waktu hingga dua minggu untuk selembar kain sepanjang 2,5 meter. Sementara Najla Amalina dari Kala Svarna menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional agar tetap relevan di kalangan generasi muda.
Parade Busana dan Kolaborasi Internasional.
Di hari kedua, Padang Fashion Summit menghadirkan Fashion Parade yang dimulai pukul 20.00 WIB. Acara ini menampilkan karya para finalis Padang Young Design Competition 2025, serta kehadiran desainer asal Malaysia, Karl Ho Kok Loong, yang turut memamerkan koleksi eksklusifnya.
Selain peragaan busana, summit ini juga menjadi ajang diskusi antara pelaku industri kreatif, pemerintah, dan komunitas fesyen. Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka acara secara resmi dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi kreatif di Sumatera Barat.
Ruang Anak Muda Berkarya
Ketua Dekranasda Sumbar menyebut Padang Fashion Summit sebagai ruang ekspresi anak muda dalam menunjukkan bakat dan inovasi. Ia mengatakan, pihaknya ingin menjadikan Padang sebagai pusat kreativitas yang tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga membuka peluang ekonomi baru (FA).
Penulis : FA
Editor. : Red minakonews
