Indeks

Padang Pariaman 100 Festival: Budaya, Ekonomi, & Diplomasi Dalam Satu Panggung

Padang Pariaman 100 Festival menjadi panggung kolaboratif antara budaya, ekonomi kreatif, dan promosi daerah. Pemerintah daerah mengemas seratus kegiatan sepanjang tahun untuk mendorong partisipasi masyarakat, pelestarian seni, dan diplomasi pasar ekspor (Ilustrasi: d®amlis/AI).

Padang Pariaman (Sumatera Barat). MINAKONEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meluncurkan program unggulan “Padang Pariaman 100 Festival” sebagai strategi pembangunan berbasis budaya, ekonomi kreatif, dan promosi daerah.
Program ini disampaikan dalam forum Sumbar Expo 2025 di Hotel Truntum, Padang.

Program ini mencakup seratus kegiatan festival yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, melestarikan seni budaya, mendorong inovasi lokal, serta memperkuat hubungan sosial dan diplomasi budaya. Selain itu, festival ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan memperluas promosi pariwisata.

Secara makro, sektor pariwisata dan jasa mulai diperkuat sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi. Berdasarkan analisis location quotient (LQ)—yaitu metode untuk mengukur keunggulan suatu sektor dibandingkan rata-rata provinsi—sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Padang Pariaman memiliki nilai LQ sebesar 1,01.

Artinya, sektor ini lebih dominan secara ekonomi dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat. Sektor transportasi dan pergudangan juga menunjukkan potensi dengan nilai LQ 1,23.

Darman (42), seorang seniman lokal asal Sungai Limau, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan bahwa festival seperti ini bukan hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga peluang ekonomi. Ia dan rekan-rekan komunitas seni bisa tampil, menjual produk, dan memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung luar daerah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Padang Pariaman, Alfiardi, menyebutkan bahwa festival ini dirancang sebagai etalase budaya dan produk lokal yang terintegrasi dengan strategi promosi ekspor dan pengembangan ekonomi kreatif. Ia menambahkan bahwa pelibatan komunitas seni, pelaku UMKM, dan diaspora Minangkabau menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program ini.

Secara analitis, program “Padang Pariaman 100 Festival” dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong diversifikasi ekonomi di tengah tantangan ekspor dan perlambatan sektor riil. Dengan menggabungkan kekuatan budaya dan ekonomi, pemerintah daerah berupaya menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan tahun 2026, yang menekankan transformasi ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com