Walikota Pariaman paparkan dampak bencana dan ajukan Rp589 miliar untuk pemulihan. Sebanyak 7.661 warga terdampak, 121 titik banjir, dan ratusan rumah rusak.(Foto Dok. MCK).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS –
Pemerintah Kota Pariaman mengajukan kebutuhan dana sebesar Rp589 miliar untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya pada akhir 2025.
Hal ini disampaikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).
Rakor tersebut dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar.
Yota memaparkan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan lintas OPD dan kajian teknis terbaru, nilai kerusakan fisik di Kota Pariaman ditaksir mencapai Rp497 miliar. Rinciannya meliputi sektor perumahan sekitar Rp6,8 miliar, infrastruktur Rp452 miliar, ekonomi Rp17,6 miliar, sosial Rp12,6 miliar, dan lintas sektor sekitar Rp7,9 miliar.
Selain kerusakan fisik, bencana juga menimbulkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp499 miliar. Kerugian ini berasal dari terganggunya aktivitas sosial ekonomi masyarakat seperti kehilangan pendapatan sektor UMKM dan perdagangan, pertanian dan perikanan, gangguan layanan publik dan pendidikan, layanan kesehatan, serta sektor pariwisata.
Dengan mempertimbangkan total kerusakan dan kerugian, serta kebutuhan peningkatan ketahanan wilayah terhadap bencana, Pemerintah Kota Pariaman menyusun kebutuhan dana R3P sebesar Rp589 miliar. Fokus utama alokasi dana ini adalah untuk perbaikan dan pembangunan rumah masyarakat terdampak, serta relokasi rumah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Penulis. : d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
