Pariwisata Padang bangkit gemilang! Wisatawan membludak, PAD melesat, dan destinasi makin kreatif pascabencana.(Ilustrasi Minakonews/AI).
Padang (Sumbar). MINAKONEWS. Sektor pariwisata Kota Padang mencatatkan performa luar biasa sepanjang tahun 2025. Meski sempat diterpa bencana hidrometeorologi di akhir tahun, geliat kunjungan wisatawan dan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru melampaui ekspektasi, menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar utama pemulihan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 5,3 juta orang, naik signifikan dari 4,3 juta pada 2024. Lonjakan ini turut mendorong realisasi PAD dari sektor pariwisata yang mencapai Rp922 juta, atau 153 persen dari target awal sebesar Rp600 juta.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata tetap resilien dan mampu menjadi lokomotif pemulihan ekonomi, bahkan di tengah tantangan bencana,” ujar Yudi saat diwawancarai Tim Diskominfo Kota Padang, baru-baru ini.
Peningkatan ini dipicu oleh sejumlah agenda strategis yang digelar sepanjang 2025, seperti Taste of Padang Experience bertema Road to Gastronomy City dan Festival Siti Nurbaya yang sukses menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama dari Malaysia.
Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata menetapkan target kunjungan sebesar 5,7 juta wisatawan dan PAD Rp900 juta. Meski masih dalam masa pemulihan pascabanjir, optimisme tetap tinggi berkat strategi inovatif yang telah disiapkan, antara lain:
Road to Gastronomy City 2027: Melanjutkan misi menjadikan Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang kuliner, dengan penguatan narasi gastronomi lokal dan promosi internasional.
– Car Free Night Kota Tua: Aktivasi kawasan heritage setiap malam Minggu dengan pertunjukan musik multi-etnis, pasar kreatif, dan kuliner khas.
– Optimalisasi Event Unggulan: Taste of Padang Experience tetap menjadi magnet utama dalam rangkaian Hari Jadi Kota Padang.
Yudi menambahkan bahwa proses pemulihan destinasi wisata yang terdampak bencana ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. “Kami ingin memastikan seluruh destinasi kembali siap menyambut wisatawan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Hakikat dari capaian ini bukan semata angka, tetapi refleksi dari ketahanan sektor pariwisata sebagai instrumen pembangunan inklusif. Dengan pendekatan berbasis budaya, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor, Kota Padang menegaskan diri sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga tangguh dan berdaya saing.
Penulis: Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com
