Indeks

Peluang Tanaman Pisang Mendorong Peningkatan Agrobisnis dan Agroindustri


Oleh : Delfitra / Pemerhati Agribisnis

Limapuluh Kota (Sumbar), MINAKONEWS.COM – Pisang merupakan komoditas pertanian yang paling banyak diolah menjadi berbagai macam olahan makanan maupun minuman. Pisang dikenal sebagai tanaman yang serba guna karena mulai dari akar sampai daun pun dapat digunakan.

Daun pisang dapat digunakan sebagai kemasan makanan ramah lingkungan, batang pisang juga bermanfaat untuk makan hewan dan pengolahan kerajinan.

Sementara akar pisang bermanfaat untuk pengobatan tradisional dan berpotensi dikembangkan menjadi bahan baku industri herbal. Namun pemanfaatan daun pisang akhir-akhir ini tergeser dengan penggunaan plastik. Dimana penggunaan plastik terbukti mencemari lingkungan karena susah terurai.

Disamping itu tanaman pisang merupakan tanaman serba guna, bisa tumbuh dimana saja, tanaman ini juga memiliki nilai-nilai ekonomi yaitu tanaman ini mudah dirawat, cepat tumbuh dan rata-rata satu tahun telah berbuah. Hal tersebut membuat penanaman modal dalam usaha pisang jadi cepat berputar.

Saat ini penjualan pisang tidak ada kendala bahkan pengumpul masih kekurangan pisang yang akan dikirim ke Riau dan Kota-Kota di Sumbar. Seperti yang diungkapkan Emi toke pisang di Tabek Panjang Kabupaten 50 Kota, dirinya masih membutuhkan pisang yang berkualitas bagus untuk dikirim ke Riau.

Masih stabilnya penjualan pisang menurut penulis harus segera di antisipasi Pemkab maupun Pemprop Sumatera Barat untuk melakukan terobosan pasar dalam negeri maupun ekspor. Jangan menunggu Pisang menjadi over produksi baru berfikir.

Sementara yang membantu stabilnya penjualan pisang adalah sektor agroindustri yang berbahan baku pisang.
Menurut Yoan Mahasiswa Agrobisnis Pliteknik Pertanian Payakumbuh – Tanjung pati Kab. 50 Kota yang diminta komentarnya oleh penulis tentang agribisnis dan Agroindustri menerangkan bahwa. “Agroindustri hilir merupakan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi, sekaligus menjadi suatu tahapan pembangunan pertanian berkelanjutan”.

Lebih lanjut yoan menjelaskan Agroindustri menjadi subsistem yang melengkapi rangkaian sistem agribisnis dengan fokus kegiatan berbasis pada pengolahan sumberdaya hasil pertanian dan peningkatan nilai tambah komoditas.

Agroindustri memiliki peranan yang strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan pokok, perluasan kesempatan kerja, pemberdayaan produksi dalam negeri, dan pengembangan sektor perekonomian. Hal ini didukung dengan adanya keunggulan karakteristik yang dimiliki agroindustri, yaitu penggunaan bahan baku dari sumberdaya alam yang tersedia di dalam negeri.

Berdasarkan pantauan penulis walaupun peranan agroindustri sangat penting, namun pengembangannya masih dihadapkan pada berbagai tantangan yaitu antara lain: (1). Keterbatasan penyediaan bahan baku yang teratur dalam bentuk kuantitas maupun kualitas yang memadai, serta harga bersaing, apalagi bahan baku tersebut harus dibeli di pasar bebas dari petani kecil yang lokasinya berpencar-pencar (2).
Kesulitannya pemasaran karena produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang kurang baik, serta kemasan dan label yang kurang menarik (3). Pengangkutan produk agroindustri cenderung mahal karena soal jarak yang jauh.

Masyarakat harus mengusahakan nilai tambah terhadap pengolahan pisang sebagai bahan industri. Pertambahan nilai tentu karena adanya input fungsional yang di berlalukan pada komoditas tersebut. Input fungsional dapat berupa proses pengubahan bentuk , pemindahan tempat dan proses penyimpanan. Diharapkan dengan nilai tambah tersebut akan meningkan upah bagi tenaga kerja, investasi modal, dan manajemen.

Tanaman pisang kususnya yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Sumatera Barat pada umumnya selama ini ialah hasil dari budidaya dan selebihnya sebagai tanaman pengisi kebun-kebun kosong atau tanaman yang tidak sengaja tumbuh di belakang rumah atau pekarangan rumah, sehingga sebagian penduduk belum melakukan budidaya pisang secara intensif, padahal apabila dibudidayakan dengan baik tanaman pisang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam tanaman pisang dapat meningkatkan pendapatan petani, mengingat tanaman pisang tidak membutuhkan perawatan yang intensif atau perawatan yang khusus.


Upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pisang adalah mendorong upaya diversifikasi produk secara vertikal. Upaya diversifikasi vertikal pisang akan tercipta aneka produk olahan lain yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi seperti sale pisang, bubur pisang, roti pisang dan bermacam2 olahan pisang lainnya. Sehingga dengan diversifikasi produk ini mendorong terbukanya peluang ekspor dan terbukanya lapangan kerja.

Kemampuan untuk melakuka diversifikasi ini sekaligus tantangan bagi Pemkab Limapuluh Kota untuk menjadi promotor peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan wirausaha masyarakat. Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Industri dan UMKM di Limapuluh Kota.

Sale pisang adalah makanan ringan yang terbuat dari sisiran tipis buah pisang kemudian digoreng langsung tanpa bahan tambahan makanan dan tanpa dijemur terlebih dahulu. Sale pisang merupakan salah satu produk yang banyak diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota. Banyak jenis pisang yang dapat diolah menjadi sale pisang. Produk olahan dari pisang tersebut akan menjadi sale pisang kering yang mempunyai cita rasa manis, asam dan teksur yang kering sangat renyah.

Dengan demikian pengembangan agroindustri berlokasi di daerah sentra produksi atau di daerah produksi bahan baku itu sendiri perlu menjadi perhatian.
Karena pengembangan agroindustri itu sendiri ada keterkaitan dengan tujuan pembangunan wilayah pedesaaan dan keterlibatan sumber daya manusia pedesaan. Sehingga dapat memperkenalkan tambahan kegiatan atau perlakuan terhadap komoditi setelah dipanen yang nantinya dapat diolah terlebih dahulu dan memperoleh nilai tambah dari komoditi yang dihasilkan dan penyerapan tenaga kerja di perusahaan pengolahan.

Sale pisang dapat menciptakan nilai tambah serta menghasilkan keuntungan bagi pengusaha agroindustri. Nilai tambah merupakan hasil penjualan produksi dikurangi cost yaitu biaya bahan baku dan biaya input lain yang menunjang dalam proses produksi selain biaya tenaga kerja, sedangkan keuntungan diperoleh dari selisih antara total penerimaan dengan total biaya.

Kendala lain yang dihadapi produsen yaitu keterbatasan biaya padahal keuntungan harus tetap dicapai, maka penggunaan biaya harus efisien untuk memperoleh keuntungan yang besar.