Bupati Pasaman Welly Suhery, didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunthe.(Foto : Ref).
Pasaman (Sumbar), MINAKOWNES.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar rapat koordinasi sektoral untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif dan tepat sasaran. Rapat yang digelar baru-baru ini di ruang rapat Bupati Pasaman itu dipimpin langsung oleh Bupati Welly Suhery, didampingi Wakil Bupati Parulian Dalimunthe.
Rakor turut dihadiri Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, unsur Forkopimda, Sekda, kepala OPD terkait, serta perwakilan lembaga vertikal dan BUMD.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan SDA, M. Yasrin Syahputra, memaparkan bahwa jumlah penerima manfaat MBG mencapai 101.858 jiwa, terdiri dari 74.518 siswa di 12 kecamatan, serta 27.340 dari kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.
Dengan kebutuhan ideal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk 3.000 orang, maka diperlukan sedikitnya 34 SPPG. Saat ini, baru tersedia satu SPPG yang melayani 11 sekolah dengan total 3.313 siswa.
Pemkab telah mengusulkan empat lokasi tambahan untuk pembangunan SPPG ke Badan Gizi Nasional:
1. Lubuk Sikaping – Workshop Alkal (15.910 m²)
2. Panti – Tanah kosong di Desa Murni (10.000 m²)
3. Rao Utara – Fasilitas umum di Nagari Koto Rajo (33.000 m²)
4. Tigo Nagari – Lahan Kantor Camat (6.046 m²)
Untuk mendukung ketersediaan bahan pangan, 18 Kelompok Wanita Tani (KWT) saat ini memasok 20–25 kg sayur per minggu. Namun, untuk memenuhi kebutuhan 1 SPPG sebesar 100–150 kg per hari, dibutuhkan pasokan hingga 3 ton per bulan. Peran BUMNag diharapkan mampu menutupi kekurangan ini.
Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. “Anak-anak yang cukup gizi akan tumbuh sehat, cerdas, dan siap belajar. Ini juga bagian dari upaya menurunkan angka stunting dan malnutrisi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan, distribusi yang tepat, dan kolaborasi lintas sektor. Bupati berharap rakor ini dapat menghasilkan evaluasi objektif untuk perbaikan ke depan, baik dari sisi teknis maupun kebijakan.
Bupati menambahkan, keberhasilan program MBG tidak hanya dinilai dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari dampaknya terhadap penurunan stunting, peningkatan konsentrasi belajar siswa, serta tumbuhnya kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat.
Program ini, lanjutnya, juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui pelibatan petani, pedagang, dan pelaku usaha daerah.
Mengacu pada Permendagri Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengawasan kinerja kepala daerah terhadap program strategis nasional, pelaksanaan MBG di Pasaman menjadi salah satu indikator penting kinerja daerah.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Rakor ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program demi masa depan anak-anak Pasaman,” tutup Bupati.(Ref).
Penulis. : Ref
Editor. : Red minakonews
