Penanganan longsor Malibo Anai dimulai: 34 kejadian tercatat di 2021, kini jalan nasional diperkuat dengan soil nailing dan proteksi lereng (Infografis: d®amlis/AI).
Padang Pariaman, MINAKONEWS.COM – Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Barat memulai penanganan longsor di kawasan Malibo Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (16/10). Lokasi ini merupakan titik rawan di ruas Jalan Padang–Bukittinggi yang terdampak banjir bandang dan pergerakan tanah sejak tahun lalu.
Langkah teknis yang dilakukan meliputi soil nailing untuk memperkuat struktur tebing, penyemprotan beton di permukaan lereng, serta proteksi kaki lereng dengan batu grib untuk mencegah gerusan arus sungai. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan pengawasan langsung dari tim teknis Kementerian PUPR.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Pariaman, sepanjang tahun 2021 tercatat 34 kejadian longsor di wilayah kabupaten, dengan Kecamatan 2×11 Kayu Tanam dan Batang Anai sebagai titik paling rawan. Kawasan Malibo Anai termasuk dalam zona merah bencana geologi.
Warga sekitar menyambut baik langkah ini. “Kami harap ini bisa segera selesai, karena jalan ini penting untuk ekonomi dan mobilitas warga,” ujar Roni, warga Nagari Singgalang.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumbar, Ir. Dedi Arman, menyampaikan bahwa penanganan ini bersifat darurat dan akan dilanjutkan dengan perkuatan permanen. Ia menegaskan, “Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus transportasi, terutama menjelang musim hujan.”
Pemerhati lingkungan Sumbar, Dr. Yusra Fitri, menyebut bahwa pendekatan teknis yang digunakan sudah sesuai standar mitigasi risiko geologi. Ia menambahkan bahwa penanganan ini perlu diikuti dengan edukasi masyarakat dan pemetaan ulang kawasan rawan.
Penulis: d®amlis
Editor. : Red. Minakonews.com
