Indeks

Perang AS–Israel terhadap Iran Picu Krisis Pangan Global

Infografis dampak perang AS–Israel terhadap Iran: pasokan pupuk terhenti, petani gagal tanam, harga pangan melonjak, dan dunia menghadapi krisis pangan global pada 2027.(Ilustrasi: Minakonews/AI).

GLOBAL. MINAKONEWS – Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memicu guncangan besar terhadap rantai pasok pangan dunia. Menurut laporan The Telegraph, konflik berkepanjangan telah memutus pasokan pupuk utama seperti urea, amonia, dan belerang pada saat kritis musim tanam global, sehingga dunia menghadapi ancaman krisis pangan berskala besar.

Hampir 45% perdagangan nitrogen global kini terganggu atau berisiko terhenti. WTO melalui Jean-Marie Paugam memperingatkan bahwa sejumlah negara bisa menghadapi kelaparan massal. Pakar PBB Abdolreza Abbassian menegaskan, jika perang terus berlanjut, dunia akan menghadapi krisis pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Industri pupuk global juga melaporkan puluhan pengiriman terhenti. Corey Rosenbusch, pimpinan asosiasi industri, menyebut ada 24 kapal yang tidak bisa mengirimkan pupuk ke petani. Akibatnya, harga urea melonjak hingga 60% dan biaya energi seperti diesel ikut naik, memukul petani di seluruh dunia tepat sebelum musim tanam.

Sementara itu, sejumlah negara seperti China, Rusia, dan Turki memperketat kontrol ekspor dan menimbun persediaan. Rusia diperkirakan tetap memasok mitra utama di Afrika dan Global South, membantu mengurangi dampak bagi wilayah rentan. Namun, petani di AS pun tidak terhindar dari kekurangan dan kenaikan biaya, meski pemerintah mengklaim “dominasi energi.”

Konsekuensi dari krisis ini diperkirakan akan berlangsung bertahap: guncangan pupuk saat ini, kegagalan panen di masa depan, dan inflasi serta kekurangan pangan global pada 2027. The Telegraph menyebut dunia memasuki “fase Hobbesian,” di mana kelangsungan hidup bergantung pada kemampuan menanam pangan dan energi sendiri.

Penulis: Wangkadon Dwitya/Dinno Veoline
Editor. : Red. Minakonews.com