Anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng dalam rapat Komisi XI DPR, 27 Maret 2023. Pernyataannya “makan uang haram kecil-kecil enggak apa-apa” kembali disorot publik setelah diangkat ulang Menkeu Purbaya sebagai pengingat pentingnya etika pejabat negara (Dok. Menkeu).
Jakarta (DKI Jakarta), MINAKONEWS.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengangkat pernyataan kontroversial anggota DPR RI Melchias Markus Mekeng yang pada 2023 menyebut “makan uang haram kecil-kecil enggak apa-apa.” Ungkapan itu kembali viral setelah diposting ulang oleh Purbaya di akun media sosialnya, memicu sorotan publik terhadap etika pejabat negara.
Pernyataan asli disampaikan Mekeng dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan, 27 Maret 2023 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Saat membahas kasus Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Ditjen Pajak yang tersandung harta tak wajar, Mekeng menyatakan:
“Kebanyakan dia makan uang haram itu. Kalau makan uang haram kecil-kecil enggak apa-apa,” ujar Mekeng dalam rapat.
Pernyataan tersebut menuai kritik keras dari publik dan lembaga antikorupsi. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan bahwa uang haram tetap melanggar hukum dan berdosa, berapa pun jumlahnya. “Makna dari duit haram yang sedikit, ya, namanya haram juga dosa,” tegasnya.
Menkeu Purbaya memposting ulang kutipan itu sebagai pengingat bahwa etika pejabat publik harus dijaga, terutama dalam konteks pengelolaan pajak dan keuangan negara. Ia menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah tidak bisa dibangun di atas toleransi terhadap korupsi, sekecil apa pun.
Warganet merespons dengan beragam komentar, mulai dari sindiran hingga tuntutan agar DPR memperbaiki standar etik dan komunikasi publik. Beberapa pengguna media sosial menyebut bahwa pernyataan seperti itu mencederai semangat reformasi birokrasi dan pengelolaan anggaran yang bersih.
Menurut Dimas (42), dosen hukum tata negara di Padang, pengangkatan ulang isu ini oleh Menkeu merupakan bentuk edukasi publik. “Ini bukan sekadar nostalgia politik, tapi pengingat bahwa ucapan pejabat punya dampak jangka panjang terhadap budaya hukum dan kepercayaan rakyat,” ujarnya.
Minakonews mendokumentasikan isu ini sebagai bagian dari edukasi publik tentang etika komunikasi pejabat, integritas fiskal, dan pentingnya akuntabilitas dalam lembaga legislatif. Ungkapan “dikit-dikit bolehlah” bukan sekadar kalimat, melainkan cerminan nilai yang harus dikritisi dan diluruskan.
Penulis: DRJ
Editor. : Red. Minakonews.com
